Pasar mobil listrik di China sedang bergerak ke arah yang sulit ditandingi pasar lain. Di sana, lebih dari 200 model EV dan plug-in hybrid dijual di bawah $25,000, sementara harga mobil baru rata-rata di Amerika Serikat sudah mencapai $51,456.
Perbedaan itu bukan cuma soal angka, tetapi juga soal pilihan. Di China, konsumen bisa menemukan model kecil untuk penggunaan kota sampai sedan dan SUV yang ukurannya tetap besar, dengan harga yang terus ditekan oleh para produsen besar dan pemain domestik.
Ragam model murah yang tetap lengkap
Salah satu nama yang paling menonjol adalah Geely EX2. Mobil listrik kecil ini dijual mulai $10,060 di China dan menjadi kendaraan terlaris di negara itu pada 2025.
Walau murah, EX2 tidak terasa sederhana. Mobil ini punya bagasi depan, ruang penyimpanan, layar sentuh tengah 14,6 inci, dan sistem operasi Geely.
Geely juga menyebut varian tertingginya mampu menempuh 255 miles atau 410 km pada siklus uji China. Selain itu, model ini disebut akan hadir di Australia tahun ini.
Di kelas yang lebih terjangkau lagi, Wuling Hongguang MiniEV dibanderol mulai $6,560. Mobil mikro ini memang sangat kecil, tetapi Wuling menyiapkan versi 2026 dengan bodi empat pintu dan kursi belakang yang lebih besar.
Ukuran MiniEV tetap ekstrem menurut standar Amerika. Dua unit versi dua pintu lama bahkan disebut bisa masuk ke bak Ford F-150, meski mobil ini masih mampu melaju sampai 62 mph atau 100 km/h.
Untuk yang butuh mobil kecil yang sedikit lebih praktis, Wuling juga menawarkan Bingo Pro. Model ini dijual mulai sedikit di atas $8,000 dan punya jarak tempuh 250 miles atau 402 km.
Tekanan harga tidak berhenti di mobil kecil
Harga rendah di China juga merambah model yang lebih besar. Volkswagen Sagitar S, sebuah sedan kompak, dibuka dari $11,600 dan berada jauh di bawah harga Jetta di pasar AS yang punya MSRP $23,995.
VW juga menampilkan Jetta X concept di Beijing. SUV listrik bergaya tangguh itu ditargetkan punya harga di bawah $15,000, sehingga memperluas daftar kendaraan murah yang tetap terlihat modern.
Toyota bZ7 ikut menarik perhatian di ajang yang sama. Mobil yang baru dikembangkan ini disebut lebih panjang dari Tesla Model S, tetapi banderol awalnya sekitar $21,500.
Pemain domestik seperti Geely, Chery, dan BYD juga mengisi ruang harga lain dengan sedan, SUV tiga baris, dan pickup. Pada banyak kasus, model-model seperti itu di Amerika Serikat bahkan nyaris setara atau lebih murah dari cicilan mobil bekas.
BYD dan Nissan ikut memperlihatkan arah pasar
BYD membawa Seagull, yang juga dikenal sebagai Atto 1, Dolphin Mini, atau Dolphin Surf. Mobil ini dijual mulai $10,200 dan menjadi salah satu fondasi penting BYD di segmen kendaraan listrik kecil.
Pada model 2026, Seagull mendapat lebih banyak teknologi. Mobil ini punya opsi lidar untuk bantuan mengemudi dan perpindahan jalur otomatis, pengisian daya lebih cepat, serta jarak tempuh 314 miles atau 505 km.
Sementara itu, Nissan N7 mempertegas pola yang sama pada sedan listrik yang lebih besar. Model dengan ukuran setara Maxima ini dibuka dari sekitar $17,000 di China, jauh di bawah level harga pasar mobil baru di Amerika Serikat.
Gambaran dari Beijing Auto Show terbaru membuat situasinya makin jelas. Ajang itu disebut sebagai yang terbesar dalam sejarah penyelenggaraannya, dengan lebih dari 180 mobil baru meluncur dan total kendaraan yang dipamerkan melampaui 1,400 unit.
Source: www.carscoops.com