Perangkat Apple lama tidak selalu langsung kehilangan nilai pakai, tetapi status resminya sangat menentukan nasib saat ada kerusakan. Di titik tertentu, pengguna akan berhadapan dengan dua jalur yang sangat berbeda: masih bisa diservis resmi atau sudah sepenuhnya ditinggalkan dukungan Apple.
Perbedaan itu ada pada label vintage dan obsolete. Keduanya sering terdengar mirip, padahal dampaknya bagi pemilik MacBook, iPhone, atau iPad lama cukup besar, terutama saat perangkat mulai butuh perbaikan dan suku cadang.
Saat status perangkat masih aman
Apple membagi produknya ke dalam tiga kategori utama, yaitu current, vintage, dan obsolete. Perangkat current adalah produk yang masih dijual atau baru berhenti dijual kurang dari lima tahun, sehingga dukungan servis dan suku cadang resminya masih penuh.
Di tahap ini, perbaikan bisa dilakukan lewat Apple Store, Apple Authorized Service Provider, atau Independent Repair Provider. Independent Repair Provider sendiri adalah mitra perbaikan yang menggunakan komponen dan alat resmi dari Apple, jadi jalur servisnya masih tergolong aman untuk pengguna.
Karena itu, perangkat dalam kategori current biasanya lebih mudah ditangani saat rusak. Selama statusnya masih masuk kelompok ini, peluang mendapatkan perbaikan resmi jauh lebih besar.
Begitu masuk vintage, nasibnya mulai berubah
Status vintage diberikan pada produk yang sudah tidak dijual lebih dari lima tahun, tetapi belum mencapai tujuh tahun. Artinya, perangkat itu belum sepenuhnya ditinggalkan, namun dukungan resminya sudah mulai bergantung pada ketersediaan komponen.
Apple dan penyedia servis resmi masih bisa menerima perbaikan perangkat vintage jika suku cadangnya ada. Masalahnya, stok komponen pada tahap ini mulai terbatas, sehingga proses servis tidak lagi selega perangkat current.
Kalau komponen yang dibutuhkan sudah habis, pengguna bisa kesulitan memperbaiki perangkat lewat jalur resmi. Dalam situasi seperti ini, sebagian orang akhirnya mencari servis nonresmi atau komponen pengganti dari pihak ketiga.
Salah satu contoh perangkat yang masuk kategori ini adalah MacBook Air 13 inci keluaran 2017. Model itu menjadi generasi terakhir sebelum Apple melakukan desain ulang MacBook Air dan menghadirkan layar Retina pada 2018.
Obsolete berarti dukungan resmi sudah berhenti
Berbeda dari vintage, status obsolete diberikan pada produk Apple yang sudah tidak dijual lebih dari tujuh tahun. Pada tahap ini, Apple resmi menghentikan dukungan servis dan distribusi komponennya.
Itu berarti Apple Store dan penyedia servis resmi tidak lagi dapat memesan atau menyediakan suku cadang untuk perangkat tersebut. Bagi pengguna, opsi perbaikan resmi praktis sudah tertutup.
Kalau perangkat obsolete rusak, jalan yang tersisa biasanya toko reparasi independen atau komponen bekas. Namun perbaikannya sering makin sulit karena sejumlah komponen sudah langka.
iPad mini 4 dan Apple TV HD versi 32GB termasuk contoh perangkat yang sudah masuk kategori obsolete. Pada fase ini, banyak pengguna akhirnya memilih mengganti perangkat lama dengan model yang lebih baru.
Kenapa status ini penting untuk pengguna
Bagi pemilik perangkat Apple lama, label vintage dan obsolete bukan sekadar istilah teknis. Status itu memberi gambaran tentang seberapa lama perangkat masih bisa dipertahankan saat terjadi masalah.
Informasi ini membantu pengguna memperkirakan kapan servis masih realistis dan kapan upgrade mulai lebih masuk akal. Semakin tua usia perangkat, semakin besar kemungkinan dukungan servis dan komponennya terbatas.
Meski begitu, memakai MacBook, iPhone, atau iPad lama tetap tidak masalah selama kondisinya masih baik. Banyak pengguna masih nyaman memakainya untuk kebutuhan sederhana sehari-hari karena terasa cukup dan hemat.
Yang perlu diperhatikan, perangkat di kategori vintage dan obsolete sudah berada di ujung masa dukungan. Saat rusak, pengguna perlu siap menghadapi keterbatasan suku cadang, dan pada banyak kasus mengganti perangkat bisa menjadi pilihan yang lebih praktis dan aman.
Source: www.idntimes.com