Satu Poin Lagi Bawa Persib Ukir Sejarah Tiga Gelar Beruntun, Tapi Euforia Masih Ditahan

Persib Bandung tinggal selangkah lagi untuk menutup musim dengan pencapaian yang sangat langka, tetapi suasana di dalam tim justru sengaja dibuat tetap tenang. Di tengah peluang meraih gelar ketiga beruntun, seluruh perhatian diarahkan ke satu laga terakhir melawan Persijap Jepara yang akan menentukan apakah sejarah itu benar-benar tercatat.

Sikap hati-hati itu terlihat jelas dari internal tim. Asisten pelatih Igor Tolic menegaskan bahwa pembicaraan soal perayaan belum menjadi prioritas karena pertandingan masih menyisakan 90 menit yang harus dijalani.

Fokus belum bergeser ke pesta

Bagi Persib, euforia belum punya tempat selama pekerjaan utama belum selesai. Tolic menyebut tim belum membahas pesta juara karena laga penutup masih harus dimainkan sampai tuntas.

Keputusan itu masuk akal karena posisi Persib memang belum sepenuhnya aman secara matematis. Mereka memang memimpin klasemen, tetapi hasil akhir masih bisa berubah jika terpeleset pada partai terakhir.

Hitungan di puncak klasemen

Saat ini Persib mengoleksi 78 poin dan berada di posisi teratas. Borneo FC membuntuti di posisi kedua dengan selisih dua angka, sehingga duel terakhir akan sangat menentukan arah trofi.

Persib cukup meraih minimal satu poin untuk memastikan gelar tetap berada di Bandung. Jika menang atau imbang, gelar juara langsung menjadi milik mereka, dan bahkan jika Borneo FC juga menang, Persib tetap berhak atas titel karena unggul head to head atas Pesut Etam.

Laga yang bernilai sejarah

Pertandingan kontra Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu (23/5/2026), bukan sekadar laga biasa. Jika hasilnya sesuai target, Persib akan menjadi tim pertama yang menjuarai kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia tiga kali beruntun.

Itu membuat satu pertandingan tersisa punya bobot yang jauh lebih besar dari sekadar tiga poin. Di hadapan pendukung sendiri, Persib juga membawa misi menjaga trofi tetap berada di kota mereka.

Persiapan dibangun dari detail kecil

Selama menunggu kembalinya pelatih Bojan Hodak, Tolic tetap menjaga ritme latihan agar tim tidak kehilangan ketajaman. Program latihan dimulai dari pemulihan fisik, lalu berlanjut ke aspek teknis dan taktis.

Ia menyebut sesi berikutnya akan diarahkan ke pertahanan, set piece, serangan, dan elemen permainan lain yang dibutuhkan agar tim tetap rapi. Pendekatan ini menunjukkan Persib tidak hanya bergantung pada posisi klasemen, tetapi juga pada kerapian permainan menjelang laga penentuan.

Tekanan final menurut pemain

Bek kiri Persib, Eliano Reijnders, melihat duel melawan Persijap sebagai pertandingan dengan tekanan setara final. Menurut dia, kemenangan menjadi syarat utama sebelum Bobotoh bisa diajak merayakan keberhasilan di GBLA.

Ia juga menilai Persijap bukan lawan yang mudah dikalahkan. Tim lawan disebut tampil cukup impresif pada putaran kedua dan punya modal kemenangan yang membuat laga terakhir tetap berbahaya bagi Persib.

Ada misi revans di balik ambisi juara

Selain mengejar sejarah, Persib juga membawa misi balas kekalahan dari Persijap pada pertemuan putaran pertama. Faktor itu menambah lapisan emosi dalam duel yang sudah sarat tekanan dan kepentingan.

Reijnders berharap Bobotoh memberi dukungan penuh di tribun karena tim membutuhkan energi tambahan dalam pertandingan sebesar ini. Dengan semua mata tertuju ke satu laga, Persib tetap memilih menahan diri dan menuntaskan tugas terakhir sebelum bicara soal selebrasi.

Source: bola.bisnis.com

Baca Juga

Back to top button