Sponsor 15 Tahun Ditolak Klub ISL, AIFF Didesak Menunda Keputusan di Tengah Ketidakpastian Liga

Lima klub Liga Super India memilih menekan Federasi Sepak Bola Seluruh India agar menahan dulu keputusan besar soal hak komersial jangka panjang liga. Mereka menilai langkah yang tergesa justru berisiko mengunci masa depan kompetisi saat struktur liga sendiri masih belum memberi kepastian.

Sikap itu muncul di tengah kegelisahan yang sudah lama menumpuk. Para klub merasa masih diminta menjalankan operasi kompetitif dengan beban besar, sementara arah finansial dan bentuk liga untuk musim berikutnya belum benar-benar jelas.

Pernyataan bersama kelima klub itu disampaikan lewat Instagram. Isinya menunjukkan kekecewaan terhadap kondisi sepak bola profesional di India dan membuka kemungkinan untuk meninjau ulang komitmen mereka terhadap liga setelah musim berjalan saat ini.

Inti keberatan klub bukan semata soal nilai uang. Mereka juga menyoroti belum adanya kejelasan struktur dan kepastian dari pengelola liga, padahal klub-klub terus menanam investasi meski situasi operasional tetap sulit.

Tekanan pada keputusan AIFF

Kelima klub meminta agar Federasi Sepak Bola Seluruh India tidak langsung mengesahkan keputusan yang mengikat pada Sidang Umum Khusus yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 23 Mei 2026. Mereka ingin pembahasan soal model hak komersial jangka panjang tidak diputuskan secara sepihak.

Permintaan itu disampaikan melalui email 13 poin kepada Presiden AIFF Kalyan Chaubey dan Wakil Sekretaris Jenderal M Satyanarayan. Surat itu dikirim oleh CEO FC Goa, Ravi Puskur, yang mewakili suara klub-klub ISL.

Dalam pesan tersebut, klub-klub tetap menyatakan kesediaan untuk melanjutkan pembicaraan dengan AIFF dan Genius Sports. Namun mereka menekankan perlunya kerangka kerja yang kolaboratif, layak secara finansial, dan menjaga kepentingan semua pihak, terutama masa depan sepak bola India.

Hak komersial jangka panjang jadi sumber kekhawatiran

Kegelisahan klub makin besar karena AIFF disebut cenderung memilih perusahaan asal Inggris, Genius Sports, untuk memegang hak komersial selama 15 hingga 20 tahun ke depan. Nilai tawarannya disebut mencapai Rp64,4 crore per tahun.

Bagi klub, keputusan seperti itu tidak bisa diburu-buru ketika masa depan liga masih belum stabil. Mereka melihat keputusan sponsor semacam itu berpotensi menentukan arah kompetisi dalam waktu yang sangat panjang.

Situasi ini juga membuat klub merasa perlu mengevaluasi ulang posisi mereka. Dalam pernyataan bersama, mereka menegaskan bahwa ketidakpastian yang terus berlanjut memaksa mereka menilai kembali sejauh mana komitmen terhadap liga ke depan.

Dampaknya sudah terasa di lapangan

Ketidakjelasan ini tidak berhenti di level kebijakan. Negosiasi kontrak pemain dan staf pelatih untuk musim depan juga ikut terdampak karena klub belum mendapat gambaran yang cukup tentang arah liga.

Seorang CEO klub yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Hindustan Times bahwa para pemilik memahami betapa sulitnya mencapai titik impas. Meski begitu, mereka setidaknya ingin melihat tanda bahwa masa depan liga memiliki kepastian arah.

Beban itu semakin berat karena klub tetap diminta menjaga operasi kompetitif di tengah keraguan soal struktur dan pendanaan. Dalam kondisi seperti ini, komitmen jangka panjang menjadi makin sulit dijustifikasi.

Kritik terhadap arah tata kelola liga

Pernyataan klub juga menyinggung lambannya penataan ekosistem sepak bola profesional India. Mereka menilai pihak yang membangun, membiayai, mempromosikan, dan menopang liga justru masih dibiarkan menghadapi ketidakpastian soal kerangka yang harus dijalankan.

Klub-klub itu menilai sepak bola India seharusnya bisa tumbuh jauh lebih besar. Namun yang terjadi justru kebalikannya, karena para penyokong liga masih harus menghadapi masalah mendasar tentang bentuk operasional kompetisi.

Di tengah itu, mereka mendorong AIFF untuk menilai proposal alternatif yang dianggap lebih inklusif dan berkelanjutan. Proposal tersebut diminta dipertimbangkan secara setara dengan proposal lain, bukan langsung diarahkan ke satu pilihan saja.

Sidang umum masih dibayangi persoalan hukum

Hingga kini, agenda Sidang Umum AIFF masih dilaporkan sebatas diskusi dan pertimbangan. Ada kendala hukum tata negara yang membuat proses pengambilan keputusan belum berjalan mulus.

Kondisi itu membuat arah akhir soal sponsor komersial liga masih terbuka. Bagi klub-klub ISL, justru di titik inilah kepastian paling dibutuhkan agar operasi mereka tidak terus berjalan di atas struktur yang belum jelas.

Baca Juga

Back to top button