Pasar energi bersih Amerika Serikat masih bergerak kencang meski tekanan dari pemerintah federal terus datang dari berbagai arah. Pada 2026, kapasitas baru diperkirakan bisa mendekati 60 gigawatt dan berpotensi menjadi rekor baru bagi negara itu.
Proyeksi tersebut disampaikan dalam laporan tahunan American Clean Power Association atau ACP. Angka itu berada di batas atas perkiraan sejumlah lembaga konsultan, termasuk BloombergNEF, S&P Global, dan Wood Mackenzie, sehingga menunjukkan bahwa ruang pertumbuhan sektor ini masih terbuka lebar.
Pendorong terbesarnya datang dari tenaga surya, penyimpanan baterai, dan tenaga angin. Tiga sumber ini masih menjadi tulang punggung ekspansi karena dianggap paling cepat menambah pasokan listrik saat kebutuhan sedang naik.
Kebutuhan listrik yang terus menanjak
ACP menilai lonjakan kebutuhan listrik menjadi alasan utama mengapa pembangunan kapasitas baru tetap berjalan. Dalam penjelasan yang dikutip Bloombergtechnoz, industri energi bersih melihat permintaan yang naik sebagai sinyal bahwa tambahan daya harus segera tersedia.
Salah satu pemicu terbesarnya adalah pusat data kecerdasan buatan atau AI. Fasilitas seperti ini membutuhkan pasokan listrik besar dan stabil, sehingga mendorong pasar mencari sumber energi yang bisa dibangun lebih cepat.
Di situ energi bersih mendapat posisi penting karena dipandang sebagai salah satu opsi yang relatif cepat dan murah untuk menambah daya. Bagi pengembang, kondisi ini membuat proyek baru tetap menarik meski iklim kebijakan tidak selalu mendukung.
Tekanan politik belum mampu menghentikan proyek
Sejak Januari 2025, pemerintahan Presiden Donald Trump berupaya menahan laju pengembangan tenaga surya dan angin. Upaya itu mencakup penundaan perizinan serta penghentian sejumlah insentif pajak federal yang selama ini membantu pengembang.
Meski begitu, proyeksi instalasi tetap tinggi. Banyak proyek besar sudah terlanjur masuk tahap pembangunan sebelum pergantian kepemimpinan di Gedung Putih, sehingga lajunya belum berhenti sepenuhnya.
Kondisi ini membuat tekanan kebijakan terlihat belum cukup kuat untuk mematahkan momentum yang sudah terbentuk. Selama proses pembangunan terus berjalan, kapasitas baru masih punya peluang besar masuk ke jaringan listrik.
Perdebatan subsidi dan keandalan masih terbuka
Dari sisi pemerintah federal, energi terbarukan kerap dikritik karena dianggap terlalu bergantung pada subsidi negara. Selain itu, stabilitas pasokannya juga kembali dipertanyakan dalam perdebatan kebijakan energi.
ACP menolak pandangan bahwa hambatan itu akan cukup untuk menahan pertumbuhan permintaan listrik. Organisasi ini menilai kebutuhan sistem kelistrikan justru makin mendesak karena beban penggunaan listrik terus bertambah.
Dalam surat pengantar laporan tahunannya, CEO ACP Jason Grumet menegaskan, “Dengan lonjakan permintaan listrik yang belum pernah kita lihat dalam satu generasi, negara ini akan membutuhkan setiap megawatt yang dapat dibangunnya.” Pernyataan itu menempatkan ekspansi energi bersih bukan hanya sebagai urusan industri, tetapi juga kebutuhan sistem.
Tenaga surya dan baterai jadi motor utama
Dari seluruh sumber pertumbuhan, tenaga surya dan baterai tampak paling dominan dalam proyeksi 60 gigawatt. Keduanya dinilai mampu menjawab kebutuhan pasokan yang naik cepat, terutama ketika sistem kelistrikan membutuhkan fleksibilitas lebih besar.
Tenaga angin tetap memegang peran penting dalam ekspansi ini. Namun, perhatian pasar saat ini memang lebih banyak tertuju pada laju pembangunan surya dan penyimpanan energi karena kontribusinya dianggap paling besar.
Jika target tersebut tercapai, 2026 akan menjadi titik penting bagi industri energi bersih di Amerika Serikat. Capaian itu juga akan menunjukkan bahwa permintaan pasar dan dorongan teknologi masih mampu menjaga pertumbuhan, bahkan saat dukungan kebijakan federal tidak berjalan mulus.