Blades of Fire menarik perhatian bukan karena promosi besar, melainkan karena ide yang dibawanya terasa beda dari game aksi lain. Di sini, pemain bukan cuma mengayunkan senjata, tetapi juga harus membuatnya sendiri untuk menghadapi ratu jahat yang menguasai dunia gelap itu.
Yang membuat pendekatan ini menonjol adalah pusat permainannya justru ada pada proses menempa. Eurogamer menilai game garapan MercurySteam, studio di balik Metroid Dread, punya kekuatan yang lebih besar daripada kesan awalnya.
Pertarungan yang menuntut ritme
Di sisi aksi, Blades of Fire menggabungkan pertarungan real time dengan nuansa Soulslike. Eurogamer menyebut combat-nya sangat memuaskan, tetapi tetap butuh taktik dan timing yang presisi.
Tingkat hukumannya juga tidak sekeras Elden Ring, sehingga game ini terasa lebih ramah untuk pemain yang ingin tantangan tanpa tekanan ekstrem. Kombinasi itu membuat pertarungannya tetap intens, tetapi tidak terasa terlalu menghukum setiap kali pemain melakukan kesalahan.
Tempa senjata, lalu sesuaikan gaya main
Bagian yang paling membedakan game ini ada pada sistem forging. Pemain tidak didorong untuk terus bertahan dengan satu senjata favorit, melainkan diajak bereksperimen dengan pedang, kapak, war hammer, dan tombak.
Jenis baja yang dipakai ikut memengaruhi statistik penting seperti damage, armor penetration, durability, weight, dan parry windows. Itu sebabnya dua senjata dari kelas yang sama bisa punya karakter yang sangat berbeda, dari yang ringan dan cepat sampai yang lambat tetapi jauh lebih menghancurkan.
Dunia gelap yang bergerak ke satu tujuan
Blades of Fire sendiri dirilis di Steam pada 14 Mei 2026 dan membawa pemain ke dunia dark fantasy yang sudah dikuasai ratu jahat. Hampir semua logam di negeri itu telah berubah menjadi batu, jadi kemampuan menempa bukan sekadar fitur tambahan, melainkan inti dari perjalanan Aran.
Aran adalah tokoh yang memegang salah satu dari tujuh palu ilahi yang bisa mengembalikan batu menjadi baja. Dari situ, pemain akan melewati kastel megah, desa yang hancur, dan rawa berbau busuk sebelum menghadapi misi utamanya: menumbangkan sang ratu.
Respons awal belum sepenuhnya mulus
Meski banyak hal menarik, penerimaan awal di Steam masih berada di level 82% positif. Ada sejumlah catatan kualitas hidup yang membuat sebagian pemain belum sepenuhnya puas.
Masalah yang sering muncul antara lain gangguan pada peta dan navigasi. Selain itu, tidak ada cara mudah untuk membandingkan senjata hasil tempa secara sekilas, sementara variasi musuh dianggap terbatas dan dialog NPC terasa repetitif.
Harga dan akses untuk dicoba
Di Steam, Blades of Fire biasanya dijual sekitar $40. Hingga 21 Mei, game ini mendapat diskon 25% sehingga harganya turun menjadi sekitar $30.
Demo juga tersedia bagi pemain yang ingin mencobanya lebih dulu. Status kompatibilitas Steam Deck tercatat sebagai “Playable”, jadi game ini tetap bisa dijalankan di perangkat tersebut dengan dukungan yang cukup baik.
Source: www.notebookcheck.net




