Tesla Kian Dekat Bawa FSD Supervised Ke China, Restu Regulator Masih Jadi Kunci

Tesla mulai menata panggung untuk FSD Supervised di China, tetapi pengguna belum bisa langsung memakainya. Arah persiapannya sudah makin jelas, sementara keputusan akhir tetap bergantung pada restu regulator setempat.

Sinyal paling kuat datang dari pembaruan tata letak global FSD yang diunggah akun resmi Tesla di platform X pada 21 Mei 2026. Dalam pembaruan itu, Tesla menyebut teknologi tersebut sudah kompatibel untuk wilayah China, meski kompatibel secara teknis tidak otomatis berarti fitur itu sudah bisa dibeli dan dipakai secara komersial.

Persiapan teknis dan uji jalan raya

Langkah lain terlihat dari sisi operasional. Tesla membuka lowongan Teknisi Uji Autopilot untuk pengujian jalan raya di sembilan kota besar, termasuk Beijing, Shanghai, Tianjin, Chongqing, Guangzhou, Shenzhen, Chengdu, Wuhan, dan Suzhou.

Perekrutan itu berada di bawah divisi riset dan pengembangan. Menurut Carnewschina, langkah tersebut menunjukkan percepatan lokalisasi FSD untuk pasar domestik China.

Penyesuaian seperti ini memang penting untuk sistem berkendara semi-otonom Tesla. Teknologi itu harus menyesuaikan diri dengan kondisi jalan dan regulasi setempat sebelum bisa dipakai luas.

Masih menunggu persetujuan regulator

Di sisi lain, proses izin juga belum selesai. Dalam konferensi laporan keuangan kuartal pertama 2026 pada 23 April, Kepala Bagian Keuangan Tesla menyebut perusahaan sedang menjalin komunikasi intensif dengan regulator China.

Pembicaraan itu ditujukan untuk memperoleh persetujuan penuh penggunaan FSD di China pada kuartal ketiga 2026. Artinya, Tesla sudah bergerak, tetapi akses resmi untuk pemilik mobil masih menunggu keputusan final dari otoritas setempat.

Tesla juga memperbarui buku panduan pemilik kendaraan ke versi 2026.14 pada awal Mei. Pembaruan itu memuat penjelasan lengkap mengenai FSD V14, yang ikut memperkuat tanda bahwa perusahaan sedang menyiapkan ekosistem pendukung sebelum peluncuran lebih luas.

Strategi bisnis di China belum sama dengan Amerika Serikat

Di pasar China, pendekatan Tesla masih berbeda dari yang berlaku di Amerika Serikat. Elon Musk sebelumnya menyampaikan bahwa Tesla akan menerapkan skema berlangganan penuh untuk FSD di AS, dengan harga 99 dolar AS per bulan dan uji coba gratis selama 30 hari.

Untuk China, Tesla masih menawarkan paket “Full Self-Driving” melalui pembelian satu kali seharga 64.000 yuan. Opsi langganan bulanan untuk pengguna di China belum tersedia, sehingga model pemasarannya belum mengikuti pasar Amerika Serikat.

Perbedaan ini menunjukkan Tesla masih menyesuaikan strategi penetrasi FSD untuk pasar yang sangat besar dan kompetitif. Selain faktor teknologi, perusahaan juga terlihat menghitung karakter pasar lokal dalam menentukan cara menjual fitur tersebut.

Dorongan dari perkembangan produk dan kondisi pasar

Secara produk, Tesla juga sudah mulai menggulirkan FSD V14.3.3 untuk pasar global. Sistem terbaru itu diklaim membawa penilaian spasial yang lebih akurat serta peningkatan dalam membaca dan mengenali rambu lalu lintas.

China sendiri tetap menjadi pasar penting bagi Tesla. Pada April 2026, penjualan Tesla di negara itu tercatat 25.956 unit, turun 9,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan merosot 53,7 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Model Y masih menjadi andalan utama dengan kontribusi 22.990 unit. Capaian itu juga menempatkan Model Y sebagai mobil terlaris ketiga di pasar China pada bulan tersebut.

Kondisi itu membuat peluncuran FSD di China makin strategis bagi Tesla. Di tengah penjualan yang melemah, perusahaan tampak berupaya menguatkan daya tarik produknya lewat fitur bantuan mengemudi yang lebih canggih dan lebih sesuai dengan kebutuhan pasar lokal.

Source: voi.id

Baca Juga

Back to top button