Tiga Kursi Dirjen Kemenkeu Masih Kosong, Purbaya Copot Febrio dan Luky

Tiga kursi strategis di Kementerian Keuangan kini belum terisi definitif setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan pencopotan dua direktur jenderal. Dua posisi yang terdampak langsung mendapat pelaksana harian agar urusan organisasi tetap berjalan tanpa hambatan.

Purbaya membenarkan bahwa keputusan itu sudah berlaku sejak sore hari. Ia menyebut penugasan sementara sudah diberikan sejak kemarin sore, sehingga aktivitas di dua direktorat terkait tetap bisa dijalankan sambil menunggu penataan berikutnya.

Dua jabatan penting langsung diisi pelaksana harian

Posisi yang berubah adalah Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal serta Direktur Jenderal Anggaran. Setelah keduanya dicopot, Kementerian Keuangan bergerak cepat menempatkan pelaksana harian agar fungsi birokrasi tidak terganggu.

Langkah ini menunjukkan bahwa kementerian memilih menjaga stabilitas kerja di tengah pergantian pejabat. Dengan skema sementara itu, operasional dua direktorat strategis masih tetap berjalan sambil menunggu keputusan lanjutan untuk jabatan definitif.

Purbaya menjelaskan bahwa penunjukan pejabat sementara dilakukan agar kegiatan kantor tidak tersendat. Situasi tersebut juga memberi ruang bagi kementerian untuk menyiapkan penataan internal secara lebih hati-hati.

Febrio dan Luky belum mendapat penugasan baru

Hingga saat ini, Febrio Nathan Kacaribu dan Luky Alfirman belum dipindahkan ke posisi lain. Purbaya menyebut keduanya belum langsung masuk rotasi karena masih menunggu penyesuaian internal yang sedang berjalan.

Ia menggambarkan bahwa proses itu belum selesai dan belum ada penempatan baru yang diputuskan. “Belum [penempatan rotasi], mereka istirahat dulu, nanti dicari-cari tempat yang pas buat mereka,” kata Purbaya.

Luky merupakan pejabat karier dari internal Pegawai Negeri Sipil Kementerian Keuangan. Sementara itu, Febrio berasal dari latar akademik dan dikenal sebagai akademisi Universitas Indonesia.

Tiga posisi dirjen masih menunggu pejabat definitif

Pencopotan dua pejabat tersebut membuat jumlah kursi strategis yang belum terisi penuh menjadi tiga. Selain dua jabatan yang baru kosong, posisi Direktur Jenderal Stabilitas Pengembangan Sektor Keuangan juga masih dijalankan oleh pelaksana tugas.

Jabatan itu saat ini dipegang Herman Saheruddin setelah Masyita Crystallin berpindah tugas ke BPI Danantara. Dengan demikian, tiga kursi penting di level direktur jenderal masih menunggu pejabat definitif.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa Kementerian Keuangan sedang berada dalam fase penyegaran dan penataan ulang pimpinan. Meski begitu, pengisian jabatan tidak dilakukan tergesa-gesa agar penempatan benar-benar sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Nama kandidat akan dibawa ke Presiden

Purbaya mengatakan daftar kandidat pejabat baru akan diajukan kepada Presiden Prabowo Subianto pada bulan depan. Ia juga memberi sinyal bahwa pengajuan itu kemungkinan dilakukan pada awal atau pertengahan Mei.

“Nanti kan sekalian diajukan ke presiden. Jadi mungkin sekalian di awal atau pertengahan Mei,” ujar Purbaya. Pernyataan itu menunjukkan bahwa proses penyusunan nama masih menunggu evaluasi internal yang lebih lanjut.

Pada tahap ini, kementerian masih mencocokkan kebutuhan jabatan dengan kompetensi kandidat yang tersedia. DDTCNews dan CNBC Indonesia melaporkan bahwa penempatan kembali Febrio dan Luky juga masih bergantung pada hasil kajian internal.

Di tengah proses tersebut, Kementerian Keuangan tetap memastikan dua direktorat yang kosong tetap berjalan lewat pelaksana harian. Penataan struktur masih berlangsung, sementara keputusan final untuk tiga kursi strategis itu menunggu proses lanjutan.

Exit mobile version