Tiket Ke Tur Dunia Longboard Dicapai Dhea Natasya, Putri Indonesia Pertama Di Jalur Elite Dunia

Nama Dhea Natasya kini masuk dalam catatan penting surfing Indonesia. Setelah tampil sebagai juara World Surf League Longboard Qualifying Series Hamamatsu Open 2026 di Hamamatsu, Jepang, ia langsung mengamankan tiket ke WSL World Longboard Tour 2026/2027.

Hasil itu membuat Dhea berada di level tertinggi longboard profesional, tempat para peselancar terbaik dunia bertemu. Posisi tersebut juga menegaskan bahwa langkahnya bukan sekadar kemenangan satu seri, melainkan pintu masuk ke persaingan elite yang jauh lebih ketat.

Pencapaian Dhea terasa makin besar karena ia kini memuncaki klasemen Longboard Qualifying Series 2025/2026 wilayah Asia. Dari sana, ia memastikan diri tampil di ajang yang selama ini menjadi tujuan banyak peselancar longboard.

Bagi Indonesia, hasil ini menciptakan sejarah baru. Dhea menjadi atlet putri Indonesia pertama yang berhasil menembus jajaran elite longboard dunia, sekaligus tercatat sebagai wanita Asia keempat yang mampu mencapai level tersebut.

Lompatan ini juga menyoroti perubahan besar dalam perjalanan kariernya. Dhea sebelumnya dikenal sebagai peselancar shortboard, sebelum tim pelatih melihat potensi yang lebih cocok untuk berkembang di longboard.

Pelatih kepala tim nasional surfing Indonesia, Arya Subyakto, menilai keputusan itu berperan penting dalam perjalanan Dhea. Ia menyebut keberhasilan ini lahir dari proses panjang dan konsistensi yang terus terjaga di berbagai seri internasional.

Arya juga menyampaikan apresiasinya atas capaian tersebut. “Selamat untuk Dhea, dia menorehkan sejarah baru sebagai atlet putri Indonesia pertama yang berhasil masuk ke jajaran elit longboarder putri dunia,” ujar Arya, Jumat 29 Mei 2026.

Dalam beberapa tahun terakhir, Dhea memang disebut tampil stabil di level internasional. Performa yang terus membaik membuat posisinya naik bertahap hingga mampu bersaing di level Asia dan dunia.

Arya turut mengingat pencapaian Dhea sebelumnya yang sempat meraih emas di SEA Games 2019 Filipina. Ia berharap prestasi itu menjadi pijakan untuk hasil yang lebih besar ketika Dhea turun di kompetisi elite.

Dhea sendiri mengaku masih sulit percaya dengan capaian yang diraihnya. Ia meminta dukungan masyarakat Indonesia agar bisa tampil maksimal di World Longboard Tour musim depan.

“Terima kasih, mohon dukungan dan doa supaya bisa lancar dan memberikan yang terbaik untuk Merah Putih,” katanya.

Keberhasilan ini memberi dorongan baru bagi surfing Indonesia. Nama Dhea kini menjadi simbol bahwa peselancar putri Tanah Air juga bisa bersaing di level tertinggi dunia.

Source: www.viva.co.id
Exit mobile version