Varian tertinggi Subaru Trailseeker ternyata justru paling banyak diminati di Jepang. Dalam dua bulan setelah debutnya pada 9 April, crossover listrik ini sudah mengantongi 1.962 pesanan, angka yang hampir menyentuh 2.000 unit.
Respons itu terlihat jauh di atas target penjualan bulanan Subaru yang hanya 250 unit. Di tengah pasar kendaraan listrik global yang sedang melambat, hasil awal Trailseeker di pasar domestik Jepang malah bergerak berlawanan arah.
Varian atas paling banyak diburu
Komposisi pesanan Trailseeker menunjukkan bahwa pembeli cenderung memilih versi paling mahal. Varian ET-HS menyumbang 62 persen dari total pesanan, disusul 4WD ET-SS sebesar 24 persen dan 2WD ET-SS sebesar 14 persen.
Pola ini memberi sinyal bahwa minat terhadap Trailseeker tidak berhenti pada statusnya sebagai mobil listrik Subaru. Pembeli juga tampak mengejar paket yang paling lengkap dari lini tersebut.
Masih membawa rasa Outback
Trailseeker diposisikan sebagai crossover yang dekat dengan karakter model petualangan Subaru. Basisnya berasal dari bZ4X Touring atau Woodland, sebuah SUV menengah dengan bagian belakang bergaya station wagon.
Dari proporsi bodinya, Trailseeker bisa dibaca sebagai versi listrik dari Outback. Subaru ikut menegaskan identitas itu lewat logo enam bintang yang menyala, desain lampu baru, serta pilihan pelek 18 inci dan 20 inci.
Kabin dibuat praktis untuk dipakai harian
Di dalam kabin, Subaru menempatkan layar sentuh 14 inci sebagai pusat sistem infotainment. Layar itu mendukung Apple CarPlay dan Android Auto secara nirkabel.
Untuk kebutuhan harian, kabin juga dilengkapi dua wireless charger 15W dan dua port USB-C cepat. Susunan ini membuat Trailseeker terasa disiapkan bukan hanya untuk perjalanan santai, tetapi juga untuk penggunaan keluarga yang rutin.
Tetap mempertahankan ciri khas Subaru
Walau masuk ke ranah elektrifikasi, Subaru tidak meninggalkan karakter penggerak yang selama ini identik dengan mereknya. Symmetrical All-Wheel Drive tetap menjadi bagian inti dari Trailseeker.
Seluruh varian memakai baterai lithium-ion hingga 74,7 kWh. Subaru mengklaim jarak tempuhnya mencapai 627 km untuk varian 4WD dan 734 km untuk versi penggerak 2WD.
Harga di Jepang
Di pasar Jepang, Subaru Trailseeker dibanderol mulai 5.390.000 yen hingga 6.380.000 yen. Berdasarkan informasi yang tersedia, kisaran itu setara sekitar Rp603 juta sampai Rp713,8 juta.
Dengan kombinasi harga tersebut, desain yang akrab bagi penggemar Outback, dan dominasi pesanan pada varian atas, Trailseeker membuka langkah awal yang kuat di Jepang. Ini menjadi modal penting bagi Subaru saat crossover listrik barunya mulai masuk ke pasar.
Source: www.bincangbincangmobil.com




