Embarkasi Surabaya menutup seluruh rangkaian pemberangkatan haji tahun ini dengan melepas kloter terakhir menuju Arab Saudi. Kloter 116 yang berisi jamaah asal Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo diberangkatkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Asrama Haji Surabaya.
Pelepasan itu menandai tuntasnya 116 kloter yang telah dikirim dari Embarkasi Surabaya. Jumlah tersebut disebut sebagai yang terbanyak dibanding seluruh provinsi di Indonesia.
Khofifah yang juga Koordinator PPIH Embarkasi Surabaya menyampaikan rasa syukur atas tambahan kuota haji untuk Jawa Timur dari Pemerintah Arab Saudi. Ia menilai tambahan itu berkaitan dengan ketentuan undang-undang haji yang memprioritaskan daftar tunggu terpanjang.
Jawa Timur disebut menjadi salah satu daerah dengan antrean haji yang panjang. Karena itu, tambahan kuota dinilai memberi ruang lebih besar bagi calon jamaah yang sudah lama menunggu giliran untuk berangkat.
Menurut Khofifah, tambahan kuota itu jika dihitung mencapai sekitar 8.000 jemaah. Bagi banyak calon jamaah asal Jawa Timur, angka itu menjadi kabar penting karena berkaitan langsung dengan kesempatan menunaikan ibadah haji lebih cepat.
Saat melepas keberangkatan pada Kamis (21/5), Khofifah juga berharap jamaah Indonesia bisa menjalankan ibadah dengan lancar. Ia menyinggung situasi di Timur Tengah yang masih diwarnai konflik wilayah.
Dalam kesempatan itu, Khofifah meminta doa agar para jamaah diberi kesehatan, kelancaran, dan predikat haji mabrur. Ia juga mengajak jamaah mendoakan Indonesia supaya tetap aman dan damai.
Di sisi lain, keberangkatan haji tahun ini juga menyisakan sejumlah jamaah yang tidak jadi berangkat. Ketua PPIH Embarkasi Surabaya sekaligus Plt Kepala Kanwil Kemenhaj Jawa Timur, As’adul Anam, menyebut ada 30 jamaah yang gagal berangkat pada musim haji ini.
Sebagian dari mereka mundur karena tidak memiliki pendamping. Sebagian lainnya tertunda setelah tiba di embarkasi lalu jatuh sakit.
As’adul menjelaskan ada jamaah dengan kondisi demensia, hamil, hingga sakit jantung. Kondisi kesehatan menjadi salah satu faktor utama yang membuat sebagian calon jamaah harus menunda keberangkatan.
Selain itu, hingga Kamis (21/5) tercatat 14 jamaah Embarkasi Surabaya meninggal dunia. Satu jamaah wafat di RSUD Haji Surabaya, sedangkan 13 lainnya meninggal di Arab Saudi.
Catatan itu menjadi bagian dari penutup proses penyelenggaraan haji Embarkasi Surabaya pada musim ini. Dengan lepasnya kloter 116, seluruh pemberangkatan jamaah dari embarkasi tersebut resmi selesai untuk tahun ini.
Source: www.jawapos.com




