442 Jemaah Haji BTH 5 Tertahan Sehari, Pesawat Pengganti Sudah Tiba di Batam

Sebanyak 442 jemaah haji Kloter BTH 5 belum bisa terbang sesuai jadwal setelah pesawat Saudi Airlines yang disiapkan untuk mengangkut mereka mengalami gangguan pada sistem hidrolik. Keberangkatan yang semula direncanakan lepas landas dari Embarkasi Batam pada Senin pukul 09.40 WIB pun dibatalkan demi alasan keselamatan.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kepulauan Riau, Muhammad Syafi’i, memastikan pesawat pengganti sudah berada di Bandara Internasional Hang Nadim. Dengan armada baru itu, penerbangan jemaah dijadwalkan ulang pada Selasa pukul 15.15 WIB.

Keselamatan Jadi Alasan Utama

Keputusan penundaan diambil setelah maskapai menemukan masalah teknis pada bagian hidrolik pesawat. Kondisi tersebut dinilai belum layak untuk membawa penumpang menuju Tanah Suci.

Dalam situasi seperti ini, penerbangan tidak dipaksakan agar tidak menimbulkan risiko yang membahayakan jemaah. Langkah pembatalan jadwal awal juga menunjukkan bahwa keselamatan tetap menjadi pertimbangan paling penting sebelum pesawat dinyatakan siap mengudara.

Jemaah Diinapkan Selama Masa Tunggu

Selama menunggu jadwal baru, 442 jemaah haji ditempatkan di sejumlah hotel di kawasan Nagoya, Batam. Penempatan itu dilakukan agar para jemaah tetap mendapat tempat istirahat yang layak selama proses penundaan berlangsung.

Seluruh kebutuhan akomodasi, transportasi, dan konsumsi selama masa tunggu ditanggung oleh Saudi Airlines sesuai ketentuan yang berlaku. Kementerian Agama Kepulauan Riau juga menegaskan bahwa keterlambatan ini menjadi tanggung jawab maskapai.

Pesawat Pengganti Sudah Dicek

Saudi Airlines memastikan pesawat pengganti yang tiba di Hang Nadim telah menjalani pemeriksaan menyeluruh sebelum diizinkan berangkat. Pemeriksaan itu dilakukan agar armada pengganti benar-benar siap digunakan untuk membawa jemaah ke Arab Saudi.

Kehadiran pesawat baru ini menjadi langkah penting untuk memulihkan jadwal keberangkatan Kloter BTH 5. Setelah dinyatakan layak terbang, proses pemberangkatan bisa dilanjutkan tanpa mengubah rencana utama perjalanan ibadah.

Jemaah Tetap Sabar Menanti

Di tengah penundaan, para jemaah disebut tetap tenang dan menerima kondisi tersebut dengan baik. Sarifah, 53, jemaah asal Pekanbaru, menilai keselamatan jauh lebih penting daripada memaksakan keberangkatan dengan pesawat yang bermasalah.

Pandangan serupa disampaikan Rifa’i, 61, jemaah asal Dumai. Ia mengatakan semangat menuju Tanah Suci tidak berkurang meski jadwal berubah, sementara petugas haji dan pihak maskapai juga dinilai sigap memberi informasi kepada para jemaah.

Layanan Setelah Tiba Tetap Disiapkan

Kementerian Agama Kepulauan Riau memastikan penundaan di Batam tidak akan mengganggu layanan setelah jemaah tiba di Arab Saudi. Pengaturan hotel di Madinah tetap dikoordinasikan agar sesuai dengan jadwal yang sudah disusun sebelumnya.

Syafi’i juga menegaskan tidak ada perubahan besar pada jadwal ibadah maupun akomodasi jemaah. Artinya, meski ada penundaan keberangkatan, skema layanan utama yang sudah dipersiapkan untuk para calon haji tetap berjalan seperti rencana.

Source: mediaindonesia.com

Baca Juga

Back to top button