90 Korban Tewas, 247 Pekerja Masih Terkurung Usai Ledakan Gas Tambang Shanxi

Ledakan gas di tambang batu bara di Daerah Qingyuan, Provinsi Shanxi, China utara, berubah menjadi salah satu kecelakaan tambang paling mematikan di wilayah itu. Jumlah korban tewas kini dilaporkan mencapai 90 orang, setelah sebelumnya angka yang beredar masih berada di sekitar 82 korban tewas dan sembilan penambang lainnya belum ditemukan.

Di lokasi kejadian, operasi pencarian dan penyelamatan masih terus berjalan. CCTV menyampaikan bahwa identifikasi korban dan penelusuran terhadap pekerja yang belum ditemukan tetap menjadi prioritas utama otoritas setempat.

Insiden itu terjadi saat 247 pekerja berada di bawah tanah. Ledakan disebut terjadi pada Jumat malam, 22 Mei, ketika aktivitas kerja masih berlangsung di kedalaman tambang.

Kondisi seperti ini membuat proses penyelamatan berjalan jauh lebih rumit. Jalur evakuasi bisa langsung terdampak, sementara akses ke ruang bawah tanah tidak selalu mudah ditembus dalam waktu singkat.

Tim penyelamat terus dikerahkan untuk menyisir area yang terdampak ledakan. Di saat yang sama, otoritas China juga meneliti dugaan penyebab insiden untuk mengetahui pemicu ledakan gas di tambang tersebut.

Perkembangan jumlah korban masih berpotensi berubah seiring pencarian yang belum selesai. Karena itu, pembaruan dari lapangan menjadi penting untuk memastikan status para penambang yang belum ditemukan serta hasil identifikasi korban.

Peristiwa ini kembali menunjukkan betapa tingginya risiko kerja di tambang bawah tanah. Saat puluhan hingga ratusan pekerja berada di bawah permukaan, satu ledakan dapat memicu korban dalam jumlah besar sekaligus menyulitkan evakuasi.

Selain soal pencarian korban, insiden di Shanxi juga menyoroti pentingnya pengawasan keselamatan, sistem deteksi gas, dan kesiapan tanggap darurat di area pertambangan. Hingga kini, fokus utama masih tertuju pada penanganan di lokasi dan penyelidikan penyebab ledakan.

Source: www.viva.co.id

Baca Juga

Back to top button