Aksi Buruh Saat May Day Diminta Tetap Tenang, Fokus Perjuangan Bukan pada Ricuh

Menjelang May Day, perhatian tertuju bukan hanya pada jumlah massa yang turun ke jalan, tetapi juga pada cara aspirasi disampaikan. Di tengah momentum itu, buruh diingatkan agar tetap menjaga aksi berlangsung damai supaya peringatan Hari Buruh tidak bergeser menjadi gangguan yang justru merugikan banyak pihak.

Peringatan tersebut menekankan bahwa inti perjuangan buruh ada pada perbaikan kesejahteraan, bukan pada tindakan yang merusak suasana usaha. Jika aksi berubah menjadi anarkis, dampaknya bisa meluas ke iklim bisnis, kelangsungan produksi, dan aktivitas ekonomi secara umum.

Aspirasi boleh keras, tetapi jalurnya jangan keluar dari tujuan

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Surya Vandiantara, menegaskan bahwa buruh tetap memiliki hak untuk memperjuangkan kepentingannya. Namun, ia mengingatkan agar perjuangan itu tidak bergeser menjadi sabotase atau kerusuhan yang pada akhirnya justru merugikan pekerja sendiri.

Menurut Surya, pengusaha juga tidak boleh abai terhadap kesejahteraan tenaga kerja. Meski begitu, penyampaian aspirasi tetap harus dijaga agar tidak memunculkan gangguan yang bisa menghambat kegiatan bisnis dan proses produksi.

Ia menilai ukuran keberhasilan gerakan buruh tidak bisa dilihat dari seberapa keras aksi dilakukan. Tolok ukurnya justru ada pada sejauh mana tuntutan yang diperjuangkan benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan pekerja.

Kesejahteraan menjadi ukuran utama

Surya menempatkan kesejahteraan sebagai inti dari perjuangan buruh. Karena itu, tuntutan seperti UMR dipahami sebagai bagian dari upaya memperbaiki kehidupan pekerja, bukan sekadar simbol perlawanan.

Ia juga mengingatkan bahwa mogok kerja yang berujung pada kerugian besar, bahkan sampai membuat perusahaan bangkrut, tidak sejalan dengan tujuan gerakan buruh. Perjuangan yang efektif, menurut pandangan itu, harus menghasilkan manfaat bagi pekerja sekaligus tetap mendukung kesehatan ekonomi.

Dari sudut pandang tersebut, aksi buruh seharusnya tetap berada dalam koridor yang menghasilkan perubahan nyata. Bukan kericuhan, melainkan hasil yang dapat dirasakan langsung oleh pekerja, menjadi arah utama yang perlu dijaga.

Buruh punya posisi penting dalam ekonomi

Surya menilai buruh memegang peran penting dalam roda ekonomi Indonesia karena aktivitas produksi tidak akan berjalan tanpa tenaga kerja. Karena itu, buruh disebut sebagai salah satu tonggak utama dalam pembangunan ekonomi nasional.

Ia juga menyoroti bahwa perjuangan buruh telah ikut mendorong lahirnya berbagai kebijakan yang berdampak luas. Sejumlah aturan seperti UMR, THR, serta BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan disebut sebagai hasil dari proses panjang yang memberi manfaat bagi pekerja maupun masyarakat.

Kebijakan-kebijakan itu menunjukkan bahwa aspirasi buruh memiliki pengaruh nyata terhadap arah perlindungan tenaga kerja. Di saat yang sama, hal itu juga memperlihatkan bahwa dialog dan perjuangan yang terarah dapat menghasilkan perubahan yang lebih bertahan lama.

Upah yang naik ikut menggerakkan pasar

Surya menambahkan bahwa kenaikan UMR tidak hanya memberi dampak pada buruh, tetapi juga pada pertumbuhan ekonomi secara lebih luas. Saat pendapatan pekerja meningkat, daya beli ikut terdorong dan konsumsi domestik pun bergerak lebih aktif.

Ia menjelaskan bahwa penghasilan buruh banyak terserap di pasar melalui pembelian barang dan jasa. Aliran konsumsi ini membantu menggerakkan aktivitas ekonomi dan membuat perputaran uang di dalam negeri tetap berjalan.

Selain itu, buruh juga disebut cukup sering membelanjakan pendapatannya pada produk UMKM. Pola konsumsi seperti itu ikut memberi napas pada pelaku usaha kecil yang menjadi bagian penting dari ekonomi nasional.

May Day tetap jadi ruang aspirasi yang harus tertib

Di tengah sorotan publik terhadap mobilisasi massa buruh saat May Day, pesan untuk menjaga ketertiban menjadi semakin relevan. Penyampaian pendapat yang damai dinilai penting agar aspirasi tersampaikan tanpa mengganggu kepentingan umum.

Dengan menjaga aksi tetap kondusif, penghormatan terhadap buruh bisa berjalan seiring dengan tanggung jawab menjaga stabilitas usaha. Pada titik itu, peringatan Hari Buruh tetap menjadi ruang perjuangan yang kuat, tetapi tidak kehilangan arah utamanya, yakni mendorong kesejahteraan pekerja secara lebih baik.

Source: www.viva.co.id

Baca Juga

Back to top button