Antalya Berubah Jadi Panggung Budaya, 37 Finalis Miss Aura International Tampilkan Kostum Nasional Megah

Di panggung national costume Miss Aura International 2026 di Antalya, sorotan terbesar justru datang dari ragam identitas yang dibawa para finalis. Bukan sekadar busana mewah, sesi ini berubah menjadi parade budaya yang memperlihatkan bagaimana tiap peserta menampilkan ciri khas negaranya masing-masing.

Sebanyak 37 peserta ambil bagian dalam sesi yang digelar setelah para finalis menjalani karantina. Dari awal, format ini memang memberi ruang bagi setiap wakil negara untuk tampil dengan kostum yang dirancang khusus dan menonjolkan karakter budaya mereka.

Ragam negara, ragam cerita

Yang membuat sesi ini menarik adalah perbedaan konsep di setiap penampilan. Tidak ada satu tampilan yang dibuat seragam, karena masing-masing finalis membawa identitas nasionalnya sendiri lewat detail busana yang khas dan artistik.

Kolombia tampil melalui Melanie Portocarreri Cury, sedangkan India diwakili Debasmita Sahu. Italia mengirim Eva Shostak, sementara Armenia hadir lewat Milena Eduardovna.

Dari Asia Tenggara, Filipina menampilkan Mariel Baltazar dan Jepang diwakili Anri Hayashi. Thailand juga ikut mencuri perhatian lewat Tina Assutina Chusak.

Representasi dari berbagai benua

Kehadiran peserta dari banyak negara membuat panggung itu terasa seperti pertemuan budaya lintas kawasan. Ukraina diwakili Lolita Sheva, Rusia oleh Gaynullina Ekaterina, dan Sri Lanka hadir melalui Deveena Naveekshi.

Nigeria menurunkan Tracy Richard, Kazakhstan mengirim Karina Yuldasheva, dan Uzbekistan tampil lewat Sevdora Khudaynazarova. Sementara itu, China diwakili Yijin Shi dalam deretan finalis yang melengkapi warna panggung.

Di antara nama-nama tersebut, Indonesia juga hadir lewat Chevelyn Yang. Kehadirannya menempatkan Indonesia dalam deretan peserta yang sama-sama memanfaatkan national costume sebagai ruang untuk menunjukkan kebanggaan negara.

Indonesia ikut menambah warna panggung

Chevelyn Yang menjadi wakil Indonesia di sesi ini dan ikut menambah kuat nuansa visual kompetisi. Penampilannya berada di tengah daftar finalis yang menampilkan kekayaan budaya masing-masing negara dalam format yang megah.

Dalam ajang kecantikan internasional seperti Miss Aura International, national costume memang sering dipakai sebagai medium untuk menghadirkan budaya, karakter, dan simbol kebanggaan nasional secara visual. Sesi di Antalya itu memperlihatkan fungsi tersebut dengan sangat jelas.

Dari satu panggung, penonton bisa melihat pertemuan elemen tradisi dan kreativitas yang datang dari Asia hingga Eropa. Setiap kostum membawa kesan berbeda, namun semuanya bertemu dalam satu tema besar: identitas negara yang diterjemahkan menjadi tampilan yang kuat dan penuh detail.

Kombinasi busana megah, konsep yang beragam, dan representasi banyak negara membuat sesi national costume Miss Aura International 2026 menjadi salah satu momen paling menonjol di Antalya. Di panggung itu, pakaian bukan hanya hiasan, tetapi juga bahasa visual untuk menunjukkan asal-usul para finalis.

Source: www.idntimes.com

Baca Juga

Back to top button