Aplikasi SPMB Sekolah Maung Disorot DPRD Jabar, Pendaftaran Calon Siswa Terganggu

Pengawasan terhadap proses SPMB Sekolah Maung di Jawa Barat kini makin ketat setelah aplikasi pendaftarannya menuai banyak keluhan. Komisi V DPRD Jawa Barat bahkan menyiapkan pengawalan sampai tahap pengumuman hasil agar persoalan teknis tidak berubah menjadi masalah baru.

Sorotan paling besar tertuju pada sistem aplikasi yang dipakai saat pendaftaran berlangsung. Sejumlah calon siswa disebut kesulitan mengakses layanan itu, termasuk saat proses seleksi di SMAN 3 dan SMAN 5 Bandung.

Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Zaini Shofari, turun langsung meninjau pelaksanaan SPMB di dua sekolah tersebut pada Jumat (29/5/2026). Dari pantauan itu, ia menerima banyak laporan tentang sulitnya membuka dan memakai aplikasi selama masa pendaftaran.

Menurut Zaini, masalah utama justru ada pada aplikasi yang digunakan dalam proses seleksi. Ia menilai sistem itu disiapkan terburu-buru sehingga memunculkan kendala yang mengganggu kelancaran registrasi calon siswa.

Zaini juga menegaskan gangguan tersebut bukan berasal dari jaringan internet atau sistem komunikasi data milik Diskominfo. Ia menyebut persoalannya ada pada aplikasi buatan tim dan dinas yang dipakai dalam pelaksanaan seleksi itu.

Kasus ini dinilai perlu menjadi perhatian serius karena Sekolah Maung merupakan jalur yang mendapat sorotan publik. Program itu digadang-gadang sebagai pintu khusus bagi siswa berprestasi dari seluruh Jawa Barat untuk masuk ke sekolah unggulan.

Meski banyak kendala ditemukan, Zaini tetap melihat konsep program ini secara positif. Ia menilai Sekolah Maung memberi ruang kompetisi bagi siswa berprestasi untuk bisa masuk ke sekolah unggulan seperti SMAN 3 dan SMAN 5 Bandung.

Namun, ia menganggap pelaksanaan program tersebut masih terlihat tergesa-gesa. Karena itu, ia berharap Sekolah Maung terus diperbaiki supaya ke depan bisa berjalan lebih matang dan minim hambatan.

Komisi V DPRD Jawa Barat tidak berhenti pada peninjauan lapangan saja. Lembaga itu berencana mengawal seleksi sampai pengumuman hasil pada 8 Juni mendatang.

Dalam waktu dekat, DPRD juga akan kembali memanggil Dinas Pendidikan untuk mengevaluasi jalannya program. Zaini menyebut pengawalan akan dilakukan bersama-sama hingga tahap akhir proses seleksi.

Tahapan verifikasi dijadwalkan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, lalu pleno di sekolah akan digelar pada 4 Juni. Pengawasan juga akan diperketat agar tidak muncul dugaan kecurangan dalam proses seleksi.

DPRD meminta Dinas Pendidikan hadir langsung untuk melihat kondisi di lapangan dan menerima laporan dari setiap anggota Komisi V. Di tengah persoalan aplikasi yang error, proses seleksi Sekolah Maung tetap berjalan dengan pengawasan ketat dari DPRD Jawa Barat.

Source: www.detik.com

Baca Juga

Back to top button