Bantuan Beras Untuk 33 Juta Warga Disiapkan, Bulog Hadapi Ancaman Kemarau Dan Lonjakan Harga

Bulog menyiapkan bantuan pangan beras untuk 33 juta penerima di tengah kekhawatiran kemarau panjang dan tekanan harga beras. Program ini disiapkan sebagai langkah menjaga daya beli masyarakat saat risiko kekeringan akibat fenomena El Nino Godzilla mulai membayangi pasokan pangan.

Di Perum Bulog, rencana itu sudah dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IV DPR RI pada Selasa, 19 Mei 2026. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebut dukungan untuk program tersebut sudah disetujui, meski penugasan resmi yang diterima Bulog baru untuk alokasi dua bulan.

Fokus bantuan kali ini hanya beras, berbeda dari periode sebelumnya yang juga mencakup minyak goreng. Setiap penerima akan memperoleh 10 kilogram beras per bulan, sehingga bila berjalan dua bulan total bantuan yang diterima mencapai 20 kilogram beras per keluarga.

Skema itu dinilai Rizal cukup tepat untuk membantu masyarakat melewati masa El Nino yang berpotensi menekan produksi dan pasokan. Pemerintah menempatkan program ini sebagai bagian dari mitigasi agar dampak kekeringan tidak semakin terasa di sejumlah daerah di Indonesia.

Target besar untuk 33 juta penerima

Program bantuan pangan ini ditujukan kepada 33 juta Penerima Bantuan Pangan. Dalam rapat di Komisi IV DPR RI, Rizal juga sempat mengusulkan agar distribusi dilakukan empat kali, yaitu pada Agustus, September, Oktober, dan November.

Jika usulan empat kali distribusi itu dijalankan, kebutuhan beras diperkirakan mencapai sekitar 1,3 juta ton. Bila digabung dengan total target penyaluran komoditas sepanjang 2026, volumenya akan mencapai 1,9 juta ton.

Namun sampai sekarang, Bulog baru mengantongi penugasan resmi untuk distribusi selama dua bulan. Rizal menyebut penyaluran yang sudah dipastikan itu akan dilakukan pada Agustus dan November.

Direspons sebagai penahan tekanan harga

Di luar fungsi menjaga ketersediaan pangan rumah tangga, program ini juga diarahkan untuk meredam potensi lonjakan harga menjelang akhir tahun. Rizal menilai kondisi ekonomi global ikut memberi dampak pada masyarakat di level bawah, sehingga bantuan pangan tetap dibutuhkan.

Skema baru ini juga berbeda dari bantuan pada Februari dan Maret. Saat itu, bantuan diberikan dalam bentuk 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan, sehingga setiap penerima menerima total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng selama dua bulan.

Badan Pangan Nasional sebelumnya mengonfirmasi bahwa program periode Februari dan Maret menyasar 33,2 juta Penerima Bantuan Pangan. Serapan anggaran program tersebut mencapai Rp 11,92 triliun, dan proses distribusinya masih berjalan setelah masa implementasinya diperpanjang.

Dengan fokus yang kini hanya pada beras, pemerintah dan Bulog menunggu pelaksanaan penugasan yang sudah disiapkan. Kebijakan ini menjadi salah satu instrumen utama untuk menjaga pasokan pangan rumah tangga ketika cuaca kering dan tekanan ekonomi masih berlangsung.

Exit mobile version