Delapan pemain Barcelona langsung menjadi penanda paling mencolok dalam skuad Spanyol menuju Piala Dunia 2026. Di saat nama Real Madrid sama sekali tidak muncul, Luis de la Fuente justru membangun tim dengan tumpuan besar dari klub rival tersebut.
Komposisi itu membuat publik menoleh ke arah Barcelona, yang kini menjadi penyumbang pemain terbanyak untuk La Furia Roja. Spanyol memang datang ke turnamen sebagai juara Euro 2024, tetapi susunan akhir pemain menunjukkan bahwa De la Fuente tidak ragu memutus pola lama yang selama ini identik dengan kehadiran Madridistas.
Barcelona jadi tulang punggung
Dari 26 nama yang dipanggil pada Senin (25/5/2026), Barcelona menyumbang delapan pemain. Mereka adalah Lamine Yamal, Pedri, Gavi, Pau Cubarsi, Ferran Torres, Joan Garcia, Eric Garcia, dan Dani Olmo.
Jumlah itu menempatkan Barcelona di posisi teratas sebagai penyumbang wakil ke tim nasional Spanyol. Setelah itu, Athletic Bilbao, Atletico Madrid, dan Arsenal masing-masing mengirim tiga pemain ke skuad akhir.
Dominasi Barcelona juga memberi gambaran tentang arah tim yang sedang dibangun De la Fuente. Kombinasi pemain muda dan nama yang sudah teruji membuat klub asal Catalunya itu terlihat sangat penting dalam proyek Spanyol saat ini.
Tidak ada wakil Real Madrid
Yang paling menyita perhatian justru absennya Real Madrid dari daftar akhir. Dua pemain yang sempat masuk seleksi, Dani Carvajal dan Dean Huijsen, juga tidak dibawa ke turnamen.
De la Fuente mengakui bahwa proses pencoretan selalu menjadi bagian paling sulit dari tugasnya. “Bagian tersulit dari pekerjaan ini adalah mencoret pemain yang sudah menjadi bagian dari grup ini atau yang sebenarnya layak masuk berdasarkan kualitas mereka,” ujar Luis de la Fuente, dilansir dari laman Timnas Spanyol.
Keputusan itu menegaskan bahwa pemilihan skuad dibuat berdasarkan kebutuhan tim, bukan status klub asal pemain. Untuk pertama kalinya, Spanyol berangkat ke Piala Dunia tanpa satu pun wakil Real Madrid di dalam daftar pemain.
Skuad tetap kuat di semua lini
Meski tanpa Madrid, kekuatan Spanyol tidak terlihat berkurang secara signifikan. Di bawah mistar, De la Fuente membawa Unai Simon, David Raya, dan Joan Garcia.
Lini belakang diisi nama-nama seperti Aymeric Laporte, Marc Cucurella, Marc Llorente, dan Pau Cubarsi. Di sektor tengah, Spanyol punya kedalaman besar lewat Rodri, Fabian Ruiz, Mikel Merino, Pedri, Gavi, Martin Zubimendi, dan Alex Baena.
Pilihan di lini depan juga tetap ramai. Ferran Torres, Mikel Oyarzabal, Dani Olmo, Nico Williams, Lamine Yamal, Yeremy Pino, Borja Iglesias, dan Victor Munoz masuk dalam daftar penyerang.
Optimisme ada, kewaspadaan tetap dijaga
Sebagai juara Euro 2024, Spanyol datang dengan kepercayaan diri tinggi. De la Fuente menilai timnya punya kapasitas untuk bersaing memperebutkan gelar juara dunia.
Namun, ia juga menolak anggapan bahwa status itu otomatis membuat Spanyol lebih aman dibanding pesaing lain. “Kami merasa mampu memenangkan Piala Dunia, tetapi itu tidak menjamin apapun. Ada tim-tim lain dengan level yang sama yang juga merupakan kandidat kuat juara,” katanya.
Nada tersebut menunjukkan Spanyol ingin tetap realistis meski membawa modal besar. Dengan skuad yang dalam dan seimbang, tantangan utama mereka adalah menjaga stabilitas sejak awal turnamen.
Langkah awal di Grup H
Spanyol tergabung di Grup H bersama Tanjung Verde, Arab Saudi, dan Uruguay. Laga pertama mereka akan mempertemukan Spanyol dengan Tanjung Verde pada 15 Juni pukul 23.00 WIB.
Setelah itu, Spanyol menghadapi Arab Saudi pada 21 Juni pukul 23.00 WIB di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta. Fase grup mereka ditutup dengan duel melawan Uruguay pada 27 Juni pukul 07.00 WIB di Stadion Akron, Zapopan.
Dengan susunan pemain yang penuh nama penting, perhatian kini tertuju pada bagaimana Spanyol menjalani fase grup tanpa wakil Real Madrid. Keputusan De la Fuente sudah memecahkan pola lama, dan performa di lapangan akan menjadi jawaban atas langkah berani itu.
Source: bola.bisnis.com




