Penyaluran bantuan sosial di Kota Kediri kali ini menyasar banyak kelompok penerima, mulai dari warga penyandang disabilitas, keluarga penerima manfaat PKH Plus, hingga pilar kesejahteraan sosial. Di Balai Kota Kediri, sejumlah bantuan dan tali asih dibagikan sekaligus untuk memperkuat dukungan kepada warga yang dinilai paling membutuhkan.
Dalam agenda itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir langsung dan menyalurkan bantuan kepada penerima manfaat. Kehadirannya juga mendapat apresiasi dari Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, yang menilai perhatian tersebut menjadi dorongan bagi warga sekaligus bentuk dukungan nyata kepada kelompok rentan.
Rincian bantuan yang dibagikan
Salah satu bantuan yang disalurkan adalah asistensi sosial penyandang disabilitas atau ASPD untuk 55 penerima di Kota Kediri. Masing-masing penerima memperoleh Rp900 ribu per triwulan.
Selain itu, bantuan sosial PKH Plus diberikan kepada 485 keluarga penerima manfaat dengan nilai Rp2 juta per tahun untuk tiap keluarga. Pemerintah juga menyerahkan KIP PPKS Jawara kepada 24 penerima, masing-masing senilai Rp3 juta per tahun.
Penyaluran turut mencakup BLT DBHCHT Buruh Pabrik Rokok Lintas Wilayah untuk 250 orang. Bantuan ini bernilai Rp1 juta per tahun bagi setiap penerima.
Ada pula zakat produktif untuk 50 penerima dengan nilai Rp500 ribu per orang. Di sisi lain, pendamping PKH Plus juga menerima bantuan operasional senilai Rp900 ribu per triwulan.
Dorongan agar bantuan benar-benar tepat sasaran
Pemerintah Kota Kediri menempatkan penyaluran bantuan ini sebagai bagian dari upaya menekan angka kemiskinan. Pada saat yang sama, langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat perlindungan sosial dan mendorong fondasi ekonomi warga agar lebih mandiri dan produktif.
Vinanda mengatakan Pemkot Kediri tengah melakukan verifikasi dan validasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTSEN yang terintegrasi dengan data daerah. Langkah itu ditujukan agar bantuan sosial benar-benar tepat sasaran, tepat manfaat, dan sesuai dengan kondisi riil masyarakat saat ini.
Ia juga berharap bantuan yang diterima warga bisa digunakan sesuai kebutuhan dan peruntukannya. Dengan begitu, bantuan tersebut diharapkan memberi dampak nyata pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Peran pilar kesejahteraan sosial
Dalam kegiatan penyaluran itu, Vinanda juga menyampaikan apresiasi kepada para pilar kesejahteraan sosial. Ia menyebut TKSK, pendamping PKH Plus, Tagana, dan seluruh relawan sosial sebagai ujung tombak pelayanan sosial di tengah masyarakat.
Khofifah pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses penyaluran bantuan tersebut. Peran mereka dinilai penting agar layanan sosial bisa berjalan dan manfaatnya benar-benar sampai kepada warga yang berhak.
Usai penyaluran bantuan, Vinanda mendampingi Khofifah meninjau pasar murah di Kelurahan Semampir, Kota Kediri. Kegiatan itu memperlihatkan rangkaian dukungan pemerintah yang tidak hanya berhenti pada bantuan langsung, tetapi juga menjaga akses warga terhadap kebutuhan pokok.
Source: jatim.antaranews.com




