Saat perempuan pelaku usaha kecil mendapat pembiayaan yang tepat, efeknya tidak berhenti pada satu usaha saja. Dana tambahan itu sering ikut menguatkan dapur rumah tangga, membantu biaya hidup keluarga, dan memberi ruang tumbuh bagi ekonomi di sekelilingnya.
Itulah sebabnya perempuan dalam usaha mikro, kecil, dan menengah makin dipahami sebagai penggerak, bukan sekadar penerima bantuan. Di Indonesia, posisi ini semakin penting karena kontribusi UMKM disebut mencapai lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto nasional, sementara lebih dari separuh pengusahanya dikelola oleh perempuan.
Banyak perempuan memulai usaha dari skala sangat kecil untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Ketika usaha itu berkembang, tambahan pendapatan yang masuk tidak hanya menutup kebutuhan keluarga, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas.
Peran seperti ini membuat pemberdayaan perempuan dalam UMKM tidak bisa dianggap sebagai program sampingan. Mereka sudah berada di bagian penting dari ekosistem usaha yang menopang aktivitas ekonomi di banyak lapisan, baik di rumah maupun di lingkungan sekitar.
Salah satu pendekatan yang menonjol datang dari PT Permodalan Nasional Madani melalui program Mekaar, singkatan dari Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera. Program ini menyasar perempuan prasejahtera dengan kombinasi pembiayaan dan pendampingan usaha.
Pendekatan itu tidak hanya memberi modal finansial. PNM juga menambahkan pelatihan usaha sebagai modal intelektual dan pertemuan kelompok sebagai modal sosial, sehingga peserta punya ruang untuk saling belajar dan saling menguatkan.
Model berbasis kelompok ini menjadi penting karena dukungan yang diterima peserta tidak berjalan sendiri-sendiri. Ada jejaring sosial yang membuat mereka bisa berbagi pengalaman, sekaligus membangun kebiasaan untuk berkembang bersama.
Dampaknya terlihat pada sejumlah nasabah yang mengalami perkembangan usaha lebih baik setelah mendapat pendampingan yang konsisten. Salah satu contoh muncul pada nasabah PNM Mekaar yang meraih penghargaan dalam ajang Women’s Inspiration Awards 2026 pada 30 April 2026.
Nurjannah, salah satu nasabah PNM Mekaar, menyebut perubahan itu sebagai bagian penting dari perjalanan usahanya. Ia mengatakan, “Yang tadinya saya hanya usaha kecil, tapi karena selalu mendapatkan binaan dari PNM, alhamdulillah hari ini saya bisa berdiri di sini untuk mendapatkan penghargaan ini.”
Sri Kartini, nasabah PNM Mekaar Magelang, juga menilai pendampingan membuat pelaku UMKM lebih semangat untuk naik kelas. Ia berharap perempuan di Indonesia terus berdaya dan ikut membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Pencapaian para nasabah itu menunjukkan bahwa pemberdayaan yang terstruktur bisa melahirkan pengusaha ultra mikro yang lebih mandiri. Mereka tidak hanya mengelola usaha sendiri, tetapi juga membawa pengaruh positif bagi lingkungan sekitar.
Karena itu, penguatan perempuan di sektor usaha kecil punya arti yang jauh lebih luas daripada sekadar menambah modal. Saat pembiayaan, pendampingan, dan jejaring sosial berjalan bersama, perempuan membawa pulang bukan hanya uang tambahan, tetapi juga pengetahuan usaha, kepercayaan diri, dan daya tahan keluarga yang lebih kuat dalam jangka panjang.
Source: www.viva.co.id




