Empat Terduga Pembunuhan Lansia Pekanbaru Dibekuk, Jejak CCTV Antar Polisi ke Aceh dan Binjai

Polisi akhirnya menangkap empat orang yang diduga terlibat dalam pembunuhan disertai perampokan terhadap lansia Dumaris Isni Sitio di Pekanbaru. Penangkapan dilakukan tim gabungan Resmob Jatanras Polda Riau dan Sat Reskrim Polresta Pekanbaru di dua daerah berbeda, yakni Aceh Tengah dan Kota Binjai, Sumatera Utara.

Kasus ini menyita perhatian karena korban disebut dipukul menggunakan balok kayu hingga tewas di rumahnya. Rekaman kamera pengawas dari rumah korban juga ikut beredar luas dan menjadi salah satu petunjuk penting yang kini dianalisis penyidik.

Kepala Bidang Humas Polda Riau, Komisaris Besar Polisi Zahwani Pandra Arsyad, membenarkan penangkapan tersebut. Ia mengatakan keempat terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan mendalam untuk mengurai peran masing-masing.

Kapolres Kota Pekanbaru, Kombes Pol Muharman Arta, juga menyebut penyidik belum membuka identitas maupun detail peran para terduga pelaku. Menurutnya, penjelasan resmi akan disampaikan dalam ekspose kasus yang dijadwalkan digelar besok.

Rekaman CCTV jadi kunci

Dalam penyelidikan, polisi menduga peristiwa ini berawal dari tindak pencurian dengan kekerasan atau curas. Dari hasil penelusuran awal, korban kemudian ditemukan meninggal setelah dipukul secara brutal dengan balok kayu di rumahnya.

Kamera pengawas yang terpasang di rumah korban sejak 9 April 2026 ikut membantu penyidik menelusuri rangkaian kejadian sebelum dan sesudah aksi berlangsung. Dari analisis awal rekaman itu, polisi menilai ada satu orang yang paling patut diduga terlibat, meski penetapan tersangka masih menunggu kecukupan alat bukti.

Nama perempuan berinisial AF juga ikut menjadi sorotan dalam proses penyidikan. Polda Riau menyebut AF dikenal keluarga korban sebagai mantan menantu Dumaris Isni Sitio.

Dalam rekaman CCTV, AF terlihat sempat bersalaman dengan korban sebelum peristiwa tragis itu terjadi. Rekaman yang sama juga menampilkan seorang pria tak dikenal yang datang bersama AF dan diduga menjadi eksekutor pemukulan dengan balok kayu.

Identitas pria tersebut masih didalami penyidik. Polisi juga terus menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang ikut berperan dalam peristiwa yang membuat korban terkapar bersimbah darah itu.

Jejak barang hilang dan upaya menghapus bukti

Selain kekerasan yang menyebabkan kematian korban, pelaku diduga merusak kamera pengawas di dalam rumah. Tindakan itu diduga dilakukan untuk menghapus jejak setelah pembunuhan dan pencurian terjadi.

Dari rumah korban, pelaku juga diduga membawa kabur sejumlah barang berharga. Barang yang hilang di antaranya perhiasan, paspor, uang tunai dalam mata uang asing dolar Singapura, telepon genggam, dan cincin pernikahan milik suami korban.

Penyidik sudah memeriksa empat saksi untuk memperkuat rangkaian bukti. Pemeriksaan itu dilakukan bersamaan dengan pendalaman rekaman CCTV yang menjadi alat penting dalam mengungkap kronologi kasus.

Suami korban, Salmon Meha, mengatakan dirinya sempat mengajak istrinya pergi mengurus pajak kendaraan sekitar pukul 08.00 WIB. Namun korban memilih tetap di rumah, dan saat Salmon kembali sekitar pukul 11.00 WIB, istrinya sudah tidak bernyawa.

Ia kemudian menghubungi keluarga dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Rumbai Pesisir. Hingga kini, polisi masih mendalami peran empat orang yang telah ditangkap di Aceh Tengah dan Binjai dalam kasus yang menggemparkan warga Pekanbaru itu.

Source: www.viva.co.id
Exit mobile version