IHSG menutup perdagangan Jumat dengan nada yang lebih tenang setelah sempat terkoreksi lebih dalam di sesi sebelumnya. Di saat yang sama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa justru melihat ruang penguatan masih terbuka dan menilai pasar saham berpeluang bergerak lebih cepat pada pekan depan.
Sikap optimistis itu bertumpu pada dua hal yang menurut Purbaya saling menguatkan, yakni perbaikan teknikal di bursa dan fondasi ekonomi nasional yang masih terjaga. Karena itu, pelemahan IHSG yang sempat berada di kisaran 5.900 tidak dianggap sebagai akhir dari tren, melainkan fase yang dinilai masih bisa berbalik arah.
Di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Purbaya menyampaikan bahwa pasar saham tinggal menunggu waktu untuk rebound bila kondisi ekonomi terus membaik. Ia bahkan menyebut peluang penguatan bisa berlangsung cepat jika sinyal teknikal dan fundamental sama-sama mendukung.
“Kalau lihat dari teknikalnya sih, minggu depan udah lari kencang,” ujarnya pada Jumat. Pernyataan itu menunjukkan keyakinan pemerintah bahwa pemulihan pasar belum tertutup, meski tekanan sempat terasa dalam beberapa waktu terakhir.
Purbaya juga meminta pelaku pasar tidak terlalu cemas membaca situasi saat ini. Menurut dia, pemerintah tetap akan memperkuat ekonomi nasional, dan langkah itu pada akhirnya ikut menjadi penopang bagi pasar modal.
Baginya, arah IHSG sangat berkaitan dengan kekuatan fundamental ekonomi. Ketika ekonomi membaik, profitabilitas perusahaan semestinya ikut naik, lalu tercermin dalam pergerakan harga saham yang lebih kuat.
Fundamental ekonomi jadi titik tumpu
Purbaya menilai kenaikan laba perusahaan seharusnya punya hubungan langsung dengan valuasi saham. Jika sebuah emiten untung tetapi harga sahamnya justru turun, kondisi itu menurut dia bisa mengarah pada saham yang berada di bawah nilai wajarnya.
“Itu akan dimulai oleh fundamental perekonomian. Kalau ekonominya bagus, profitability juga meningkat,” kata Purbaya. Ia lalu menambahkan, “Jadi harusnya sih, enggak mungkin kalau perusahaannya untung, sahamnya jatuh. Berarti, undervalued, beli aja pasti untungnya.”
Pernyataan tersebut mempertegas keyakinannya bahwa pemulihan ekonomi tetap menjadi motor utama bagi pasar saham. Di tengah perhatian pelaku pasar terhadap arah indeks, sikap pemerintah yang yakin pada penguatan ekonomi ikut memberi sentimen positif.
Dari sisi perdagangan, IHSG Bursa Efek Indonesia memang menunjukkan respons yang membaik. Pada penutupan Jumat sore, indeks ditutup menguat 67,11 poin atau 1,10 persen ke posisi 6.162,05.
Penguatan itu ditopang rebound saham-saham sektor energi dan basic materials atau barang baku. Hampir seluruh sektor juga tercatat menguat pada penutupan perdagangan tersebut, menandakan sentimen pemulihan masih punya daya dorong di pasar.
Indeks LQ45 ikut bergerak positif dan naik 4,04 poin atau 0,66 persen ke posisi 620,44. Sebelumnya, IHSG sempat melemah hingga menyentuh level 5.966,86 sebelum akhirnya bertahan di zona hijau.
Kombinasi antara penguatan bursa dan pandangan pemerintah membuat ekspektasi rebound IHSG semakin kuat. Selama ekonomi nasional terus membaik, ruang bagi indeks untuk bergerak lebih tinggi masih terbuka lebar menurut Purbaya.
Source: www.viva.co.id




