Pengakuan global terhadap reksa dana syariah Indonesia datang pada saat pasar belum benar-benar tenang. Di tengah tekanan yang masih terasa di pasar modal, produk Henan Ekuitas Syariah Berkah Kelas A berhasil membawa pulang penghargaan Best Equity Sharia Indonesia Fund over 5 Years pada LSEG Lipper Fund Awards 2026.
Pencapaian itu menonjol karena tidak berdiri sendiri. Untuk Henan Putihrai Asset Management, penghargaan tersebut menjadi kelanjutan dari pengakuan internasional yang sudah didapat selama tiga tahun berturut-turut.
Kondisi pasar domestik juga membuat capaian ini terasa lebih berarti. Hingga April 2026, IHSG tercatat terkoreksi 19,55 persen secara year-to-date, sementara industri reksa dana nasional justru masih membukukan NAB Rp711,89 triliun dan tumbuh 5,41 persen secara year-to-date.
Di saat volatilitas pasar global masih memberi tekanan pada pergerakan indeks, industri reksa dana Indonesia tetap menunjukkan daya tahan. Arus dana masuk atau net subscription juga tercatat sebesar Rp37,24 triliun sepanjang tahun berjalan, dan ikut menopang pertumbuhan NAB industri.
Bagi Henan Asset, penghargaan ini bukan hanya soal kinerja satu produk. Momentum tersebut juga bertepatan dengan 20 tahun berdirinya perusahaan pada 2 Juni 2026, sehingga bobotnya semakin besar sebagai penanda perjalanan panjang pengelolaan investasi berbasis syariah.
Ajang LSEG Lipper Fund Awards sendiri dikenal luas sebagai salah satu penghargaan bergengsi di industri pengelolaan investasi global. Penilaiannya dilakukan oleh London Stock Exchange Group dengan pendekatan berbasis data dan kinerja historis yang independen.
Setiap tahun, ajang ini menilai produk investasi di 19 negara. Pada universe Global Islamics, penilaian mencakup pasar-pasar dengan perkembangan investasi syariah yang signifikan, termasuk Indonesia, Malaysia, Uni Emirat Arab, dan sejumlah negara lain.
Henan Asset menilai kondisi seperti sekarang membuat strategi pengelolaan yang disiplin semakin penting. Investor dinilai membutuhkan pendekatan yang terukur, bukan reaksi cepat terhadap perubahan jangka pendek di pasar yang masih bergerak dalam siklus.
Direktur Henan Asset, Markam Halim, menyebut penghargaan dari LSEG Lipper sebagai pengingat bahwa investasi adalah perjalanan jangka panjang. Ia juga menekankan pentingnya integritas proses investasi, disiplin pengelolaan portofolio, dan kemampuan beradaptasi untuk menjaga kepercayaan investor.
“Bagi kami, penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi atas kinerja, tetapi juga pengingat bahwa investasi adalah perjalanan jangka panjang,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa fokus perusahaan adalah menjaga kualitas pengelolaan secara konsisten di tengah pasar yang terus berubah.
Tema perusahaan tahun ini, Two Decades of Resilience and Growth, juga dipakai untuk menggambarkan perjalanan Henan Asset selama dua dekade. Tema itu merangkum pengalaman perusahaan melewati berbagai fase pasar sambil menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Direktur Henan Asset, Edwardus Ronald Yudianto, mengatakan perjalanan perusahaan tidak lepas dari kepercayaan investor yang terus bertumbuh. Menurut dia, kepercayaan tersebut menjadi fondasi penting untuk mengembangkan layanan investasi yang tetap relevan di tengah pasar yang dinamis.
Hingga 31 Mei 2026, Henan Asset mengelola assets under management lebih dari Rp13 triliun. Perusahaan itu juga melayani lebih dari 110 ribu investor dari berbagai segmen.
Untuk menjaga fokus pengelolaan, Henan Asset hanya mengelola 15 produk investasi. Portofolionya mencakup reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, saham, berbasis syariah, hingga produk reksa dana berdenominasi dolar Amerika Serikat yang direncanakan meluncur pada 2026.
Pendekatan yang terfokus itu menjadi salah satu cara perusahaan menjaga kedisiplinan dalam pengelolaan portofolio. Di tengah pasar yang masih penuh tantangan, strategi seperti ini membuat reksa dana syariah tetap kompetitif dan tetap menarik bagi investor yang mencari pertumbuhan konsisten dalam jangka panjang.
Source: mediaindonesia.com




