Kabut Menutup Semburan Semeru, Erupsi Disertai Awan Panas Saat Status Siaga Berlanjut

Kabut tebal menutup pandangan ke puncak Semeru saat gunung api ini kembali erupsi dan memunculkan luncuran awan panas pada Jumat malam. Karena tertutup kabut, kolom abu dari letusan itu tidak terlihat meski aktivitas vulkaniknya terekam jelas oleh petugas pengamatan.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, mencatat erupsi terjadi pukul 18.40 WIB. Rekaman seismogram menunjukkan amplitudo maksimum 22 mm dengan durasi sekitar 5 menit 15 detik.

Dalam pemantauan hari itu, Semeru tercatat meletus sebanyak enam kali sejak pukul 06.44 WIB hingga 18.40 WIB. Letusan terakhir menjadi perhatian karena disertai awan panas, namun jarak luncurnya belum bisa dipastikan akibat kondisi visual gunung yang tertutup kabut.

Gunung tertinggi di Jawa Timur itu memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut. Lokasinya berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, wilayah yang selama ini menjadi perhatian utama saat Semeru menunjukkan aktivitas tinggi.

Status Semeru masih berada di Level III atau Siaga. Kondisi ini membuat sejumlah pembatasan aktivitas tetap diberlakukan di kawasan rawan, terutama di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan.

Masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam jarak 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi di sektor tersebut. Di luar itu, warga juga diimbau menjauhi area 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena wilayah ini masih berpotensi terdampak perluasan awan panas.

Ancaman lain juga masih mengintai di lereng gunung. Potensi aliran lahar disebut dapat mencapai jarak 17 kilometer dari puncak, sehingga pemantauan terhadap aliran sungai dan lembah di sekitarnya tetap penting dilakukan.

Selain itu, warga diminta menjauhi radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Semeru. Area tersebut rawan terhadap lontaran batu pijar ketika aktivitas vulkanik meningkat.

Kewaspadaan juga diperlukan di jalur-jalur yang berhulu di puncak Semeru. Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat termasuk sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai dari Besuk Kobokan dan perlu terus diwaspadai karena berpotensi membawa guguran lava dan lahar.

Dengan kabut yang membuat kolom abu sulit diamati dan awan panas yang ikut muncul dalam erupsi terakhir, kondisi Semeru kembali menegaskan bahwa aktivitas gunung api ini masih dinamis. Pemantauan ketat di lereng dan sepanjang aliran sungai di sekitarnya masih menjadi langkah penting untuk mengantisipasi perubahan sewaktu-waktu.

Source: jatim.antaranews.com

Baca Juga

Back to top button