Kiky Saputri Tegaskan Dukungan ke Prabowo Pilihan Pribadi, Bantah Jadi Buzzer Bayaran

Kiky Saputri memilih merespons tuduhan buzzer bayaran secara terbuka di Threads, dan sikap itu langsung menyita perhatian warganet. Di tengah panasnya percakapan politik di media sosial, ia menegaskan bahwa dukungannya bukan hasil imbalan uang.

Pernyataan itu muncul setelah sebuah unggahan netizen memicu perdebatan publik. Dalam unggahan tersebut, Kiky dipersoalkan karena dianggap menerima bayaran untuk mendukung pasangan calon tertentu, sekaligus ikut disorot karena keberadaannya saat berbagai isu nasional ramai dibahas.

Bantahan soal uang

Kiky menyampaikan jawabannya dengan nada tenang, tetapi tetap tegas. Ia meminta maaf bila pilihan politiknya tidak disukai, namun menolak tuduhan bahwa dirinya menerima uang sebagai buzzer.

Ia juga meminta dasar yang jelas atas tuduhan tersebut. Menurut Kiky, tudingan seperti itu tidak bisa dibiarkan bila hanya bertumpu pada asumsi atau narasi yang berkembang di media sosial.

Dukungan yang disebut sebagai pilihan pribadi

Bagi Kiky, persoalan utamanya bukan pada siapa yang ia dukung, melainkan pada tuduhan adanya imbalan materi. Ia mengakui mendukung Prabowo pada Pilpres 2024 dan menyebut sikap itu lahir dari pilihan pribadi.

Kiky mengatakan dirinya sudah lama mengidolakan Prabowo sejak menjabat Menteri Pertahanan. Karena itu, ia menolak jika dukungan tersebut disamakan dengan aktivitas buzzer berbayar.

Tolak dianggap terlibat kampanye berbayar

Dalam klarifikasi lanjutannya, Kiky juga menampik keterlibatan dalam panggung kampanye atau debat capres sebagai bagian dari pekerjaan berbayar. Ia menilai tuduhan menerima bayaran untuk mendukung pihak tertentu tidak sesuai dengan fakta yang ia sampaikan.

Kiky menegaskan bahwa dukungannya berjalan tanpa kontrak maupun bayaran dari pihak mana pun. Ia menilai narasi yang beredar justru mengaburkan inti persoalan, yaitu fitnah soal uang buzzer.

Respons yang jadi sorotan

Cara Kiky menjawab tuduhan itu ikut menarik perhatian karena ia memilih tidak diam. Di tengah ramainya perbincangan soal buzzer politik, klarifikasinya menegaskan bahwa pilihan politik tidak otomatis bisa diperlakukan sebagai kerja bayaran.

Kasus ini juga memperlihatkan bagaimana unggahan di media sosial bisa cepat berkembang menjadi isu publik. Dalam situasi seperti itu, bantahan langsung dari Kiky menjadi penegasan bahwa dukungan yang ia berikan tetap ia anggap sebagai keputusan pribadi.

Source: www.suara.com

Baca Juga

Back to top button