Di tengah penyesuaian komisi ojol menjadi 8 persen untuk aplikator dan 92 persen untuk mitra pengemudi, GOTO justru mendapat penopang dari bisnis yang lain. Salah satu yang paling menonjol adalah Fintech, yang disebut terus tumbuh kuat dan sudah mencatat keuntungan secara operasional.
Perubahan skema komisi ini dilakukan sebagai bentuk kepatuhan terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto. Meski begitu, manajemen GOTO mengakui ada tekanan pada pendapatan jangka pendek, terutama karena layanan transportasi roda dua masih menjadi sumber pendapatan penting.
Dampak paling terasa diperkirakan muncul di unit On-Demand Services atau ODS roda dua seperti GoRide. Manajemen menilai tekanan pendapatan tidak akan merata ke seluruh grup karena GOTO masih memiliki lini bisnis lain yang aktif menghasilkan uang.
Analis MNC Sekuritas, Christian Sitorus, menilai efek dari skema baru itu akan paling kuat terasa dalam jangka pendek setelah aturan berjalan. Menurut dia, beban utama akan terkonsentrasi di layanan roda dua, sementara unit bisnis lain masih terlihat solid.
Christian juga menekankan bahwa GOTO tidak hanya bertumpu pada ODS roda dua. Perusahaan masih punya layanan pengantaran, logistik, dan Financial Technology atau Fintech yang ikut menopang kinerja grup.
Fintech jadi bantalan pertumbuhan
Di antara lini usaha tersebut, Fintech menjadi bagian yang paling mencuri perhatian. Christian menilai GoPay masih efektif menjadi mesin akuisisi pengguna bagi ekosistem GOTO.
Kinerja unit ini juga terlihat dari data kuartal I 2026. Jumlah pengguna bertransaksi bulanan atau MTU naik 33 persen menjadi 27,5 juta pengguna, sedangkan jumlah transaksi melonjak 84 persen menjadi lebih dari dua miliar transaksi.
Pertumbuhan itu ikut mendorong pendapatan bersih Fintech yang naik 58 persen menjadi Rp1,9 triliun. EBITDA yang disesuaikan juga melesat 674 persen menjadi Rp364 miliar, menunjukkan penguatan yang jauh lebih cepat dibanding periode sebelumnya.
GoPay turut mendorong kenaikan nilai buku pinjaman hingga Rp9,9 triliun. Angka itu naik 59 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan memperlihatkan peran Fintech yang makin besar dalam ekosistem GOTO.
Tekanan komisi dan ruang menjaga keseimbangan
Meski penurunan komisi memberi tekanan pada pendapatan jangka pendek, GOTO masih punya ruang untuk menjaga operasi tetap seimbang. Christian menilai penyesuaian di ODS masih bisa dijalankan selama perusahaan mampu menjaga keseimbangan antara pendapatan mitra dan stabilitas volume pesanan.
Bagian itu penting karena perubahan komisi tidak boleh langsung mengganggu dinamika operasional di lapangan. Selama volume pesanan tetap terjaga, tekanan dari GoRide dinilai tidak otomatis merembet ke seluruh bisnis.
Manajemen GOTO juga memandang langkah ini sebagai investasi jangka panjang, bukan hanya respons sesaat terhadap tekanan eksternal. Karena itu, penyesuaian komisi ditempatkan sebagai bagian dari upaya menjaga arah bisnis dalam ekosistem yang lebih luas.
Christian menilai GOTO masih punya dua mesin utama yang bisa saling menopang, yakni ODS dan Fintech. Lini pengantaran serta logistik juga tetap memberi dukungan terhadap struktur pendapatan perusahaan.
Dengan integrasi ekosistem dan efisiensi operasional yang ketat, profitabilitas GOTO diproyeksikan tetap terjaga ke depan. Di sisi lain, penguatan Fintech memberi bantalan yang membuat tekanan pada layanan roda dua tidak langsung mengubah fondasi bisnis GOTO secara keseluruhan.





