Lazio diperkirakan akan tampil dengan wajah yang cukup berbeda saat menghadapi Udinese di Stadio Olimpico. Maurizio Sarri menyiapkan enam perubahan dari susunan utama, dengan pertimbangan utama menjaga kondisi fisik pemain setelah laga semifinal Coppa Italia yang baru selesai lewat 120 menit.
Langkah itu tidak muncul tanpa alasan. Lazio memang masih tertahan di peringkat kesembilan Serie A, tetapi suasana tim sedang lebih baik setelah memastikan tempat di final Coppa Italia lewat kemenangan adu penalti di markas Atalanta.
Sarri Utamakan Tenaga Pemain
Dalam jadwal yang padat, Sarri tampaknya memilih pendekatan yang lebih aman ketimbang memaksa pemain inti turun lagi dalam waktu singkat. Fokusnya ada pada kebugaran, meski keputusan seperti ini tetap membawa risiko karena Lazio tetap perlu menjaga ritme di liga.
Rotasi juga membuka peluang bagi pemain-pemain yang selama ini lebih sering menjadi pelapis. Bagi Sarri, pergantian nama di lapangan bukan sekadar urusan komposisi, tetapi juga cara menjaga keseimbangan antara performa dan daya tahan skuad.
Lini Belakang Jadi Area Paling Terkena Dampak
Perubahan paling terasa diperkirakan muncul di sektor pertahanan. Mario Gila tidak disiapkan karena cedera pergelangan kaki, sehingga Oliver Provstgaard berpeluang turun bersama Alessio Romagnoli di jantung pertahanan.
Di sisi kanan, Adam Marusic juga masih diragukan tampil. Manuel Lazzari pun disiapkan sejak awal, sementara Luca Pellegrini berpeluang kembali ke starting eleven untuk pertama kalinya dalam dua bulan agar Nuno Tavares bisa beristirahat.
Susunan seperti ini menunjukkan Lazio tidak hanya mengejar hasil, tetapi juga berusaha mencegah masalah fisik yang lebih besar. Sarri tampak ingin menekan risiko kelelahan yang bisa memengaruhi konsistensi tim pada laga-laga berikutnya.
Opsi Baru di Tengah Lapangan
Rotasi tidak berhenti di belakang, karena lini tengah juga kemungkinan ikut berubah. Danilo Cataldi diproyeksikan kembali mengambil peran penting dalam distribusi bola, dengan Toma Basic dan Kenneth Taylor sebagai pendamping yang punya karakter box-to-box.
Kombinasi ini memberi Lazio tenaga yang lebih segar tanpa sepenuhnya mengorbankan kontrol permainan. Jika skema tersebut berjalan sesuai rencana, lini tengah bisa tetap aktif saat bertahan maupun ketika tim membangun serangan.
Lini Depan Bisa Diisi Nama Berbeda
Di sektor serang, Sarri juga diperkirakan memberi menit istirahat untuk beberapa pemain inti. Tijjani Noslin dan Mattia Zaccagni disebut akan diistirahatkan setelah menjalani beban menit bermain yang tinggi pada laga sebelumnya.
Sebagai gantinya, Daniel Maldini atau Boulaye Dia berpeluang menjadi ujung tombak utama. Gustav Isaksen dan Pedro kemudian bisa mengisi sisi sayap agar agresivitas Lazio tetap terjaga sejak menit awal.
Perubahan itu bisa membuat pola serangan Lazio sedikit berbeda dibanding pertandingan sebelumnya. Namun fleksibilitas para pemain depan memberi Sarri cukup ruang untuk tetap menekan Udinese dengan komposisi yang lebih bertenaga.
Udinese Datang Dengan Catatan Tandang yang Menarik
Lazio juga tidak akan mendapat pertandingan yang mudah karena Udinese membawa modal percaya diri ke Roma. Tim asuhan Kosta Runjaic disebut tidak terkalahkan dalam lima kunjungan terakhir ke markas Lazio, catatan yang bisa memperkuat keyakinan tim tamu.
Udinese juga memburu kemenangan tandang ketiga secara beruntun untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen. Situasi itu membuat laga ini penting bagi dua kubu, bukan hanya bagi Lazio yang ingin menjaga momentum positif usai lolos ke final.
Namun tim tamu juga tidak datang dengan kekuatan penuh. Kapten Jesper Karlstrom absen karena akumulasi kartu kuning, sedangkan Keinan Davis menepi akibat cedera yang mengurangi daya serang mereka.
Berdasarkan proyeksi susunan pemain, Lazio bisa menurunkan Motta di bawah mistar, lalu Lazzari, Romagnoli, Provstgaard, dan Pellegrini di lini belakang. Di tengah ada Basic, Cataldi, dan Taylor, sementara sektor depan kemungkinan diisi Isaksen, Dia, serta Zaccagni atau Pedro.





