File digital tertua yang masih bertahan menunjukkan bahwa jejak komputer awal tidak selalu hilang begitu saja. Sebagian justru selamat karena pernah disimpan ulang, dipulihkan, atau tanpa sengaja lolos dari lupa.
Yang menarik, file-file ini bukan hanya soal usia. Di dalamnya ada musik, gambar, gim, dan seni yang menjadi penanda awal cara manusia memakai komputer untuk mencipta sesuatu.
Salah satu yang paling tua datang dari dunia musik komputer pada 1951. BBC saat itu merekam tiga lagu yang dihasilkan oleh mesin Ferranti Mark 1, yang oleh IEEE disebut sebagai komputer serbaguna komersial pertama.
Rekaman aslinya tidak bertahan dalam bentuk digital modern. Yang tersisa justru cakram asetat, lalu British Library memulihkannya agar bunyi itu bisa didengar kembali.
Tiga lagu yang masih dikenal dari rekaman tersebut adalah “God Save the King”, “Baa Baa Black Sheep”, dan “In the Mood”. Tantangan utamanya ada pada menjaga nada tetap akurat, karena pada masa itu komputer belum menyimpan file musik seperti format sekarang.
Di sisi lain, ada file gambar yang lahir tanpa niat menjadi ikon sejarah. Pada 1957, Russell Kirsch memindai foto putranya, Walden, memakai Standards Eastern Automatic Computer atau SEAC.
Hasilnya sangat kecil, hanya 176 x 176 piksel, dan hitam-putih dengan kualitas kasar. Kirsch dan timnya saat itu hanya ingin mengetahui apakah komputer bisa memproses informasi visual.
Percobaan sederhana itu justru membuka jalan bagi banyak teknologi lain. Pencitraan medis dan machine vision modern termasuk bidang yang ikut berkembang dari langkah awal tersebut.
Yang membuat foto itu semakin penting adalah nasib banyak file digital lain yang tidak seberuntung itu. Banyak foto digital dari era 2000-an justru tidak tersimpan dengan baik, sementara gambar Walden tetap bertahan sebagai salah satu file digital paling penting yang pernah dibuat.
Jejak serupa juga muncul di dunia gim. Spacewar! dibuat pada 1962 untuk menunjukkan kemampuan komputer DEC PDP-1 melalui permainan dua pemain dengan dua pesawat yang bertarung memakai simulasi fisika sederhana.
Sebagian kode sumber gim ini berhasil dipertahankan, dan citra binernya juga masih ada berkat proyek pelestarian. Karena itu, Spacewar! bukan hanya tercatat sebagai salah satu gim paling awal, tetapi juga masih bisa dimainkan sampai sekarang.
Kondisi itu penting karena banyak pengembang gim kehilangan kode sumber untuk judul-judul terkenal. Tanpa kode asli, pembaruan atau remaster ke platform modern menjadi jauh lebih sulit dilakukan dengan benar.
Di luar musik, foto, dan gim, ada pula seni digital yang lahir lewat pendekatan algoritmis. Georg Nees dan Frieder Nake menggunakan instruksi matematis untuk memprogram pen plotter agar menggambar karya sesuai perintah komputer.
Hasilnya dianggap sebagai contoh awal penggunaan algoritma untuk menghasilkan gambar. Jika dilihat dengan ukuran sekarang, karya-karya itu memang tampak sederhana, tetapi langkahnya menandai awal seni berbasis komputasi.
Sejumlah karya mereka masih dapat dilihat melalui halaman portofolio Frieder Nake dan Georg Nees. Dari sana terlihat bahwa file digital tertua bukan hanya menyimpan data teknis, tetapi juga sejarah awal musik, gambar, gim, dan seni yang tumbuh bersama komputer.





