Kenaikan skor Jawa Tengah di Indeks Demokrasi Indonesia 2025 langsung menarik perhatian karena provinsi ini berhasil menembus posisi ketiga nasional. Dengan nilai 86,72 poin, Jawa Tengah kini unggul tipis atas Kalimantan Barat yang berada di peringkat keempat dengan 86,17 poin.
Posisi itu menempatkan Jawa Tengah di jajaran lima besar daerah dengan skor Indeks Demokrasi Indonesia tertinggi. Di atasnya ada Daerah Istimewa Yogyakarta yang memimpin dengan 89,73 poin, disusul Bali di posisi kedua dengan 88,73 poin, sementara Jawa Timur melengkapi lima besar dengan 84,05 poin.
Lonjakan Jawa Tengah juga terasa karena kenaikannya mencapai 0,88 poin dibanding tahun sebelumnya. Perubahan itu cukup untuk menggeser peta persaingan nasional, sekaligus menunjukkan bahwa penguatan demokrasi di daerah masih sangat ditentukan oleh partisipasi publik dan layanan yang terbuka.
Pengumuman capaian ini disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen di Semarang, Kamis, dalam acara Kick Off Evaluasi Nasional Capaian Indeks Demokrasi Indonesia Tahun 2025 yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan. Dalam kesempatan itu, Taj Yasin menilai pencapaian tersebut tidak lepas dari peran masyarakat yang ikut menjaga demokrasi tetap hidup.
Ia menegaskan pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menguatkan demokrasi. Menurut dia, indikator demokrasi mencakup banyak hal dan membutuhkan keterlibatan publik agar hasilnya berjalan baik.
IDI sendiri mengukur tiga aspek utama, yakni kebebasan sipil, kesetaraan politik, dan kapasitas lembaga demokrasi. Dari kerangka itu, kenaikan skor Jawa Tengah menunjukkan bahwa perbaikan tidak hanya datang dari sisi pemerintahan, tetapi juga dari dukungan warga yang aktif terlibat.
Apresiasi juga disampaikan Wakil Menteri Kemenkopolkam Letjen TNI (Purn.) Lodewijk F. Paulus. Ia menilai keterbukaan kanal pelayanan publik dan ruang pengaduan yang mudah diakses ikut membantu mendorong kenaikan skor Jawa Tengah.
Lodewijk menyebut masukan dari masyarakat menjadi dasar untuk mengambil langkah yang tepat. Dari situ, partisipasi publik terlihat bukan sekadar pelengkap, melainkan salah satu penopang penting dalam peningkatan kinerja demokrasi di Jawa Tengah.
Dengan capaian tersebut, Jawa Tengah kini berada di kelompok provinsi dengan kinerja demokrasi yang paling menonjol. Di tengah persaingan nasional yang ketat, posisi ini memberi gambaran bahwa kualitas respons pemerintah, keterbukaan layanan, dan ruang bagi warga untuk menyampaikan aspirasi makin menentukan arah penguatan demokrasi daerah.
Source: news.republika.co.id




