Li Auto mulai menata jalur baru untuk pertumbuhan di luar China dengan mengincar pasar yang berbeda-beda sesuai karakter wilayahnya. Di Asia-Pasifik, perusahaan menyiapkan Li Mega versi setir kanan, sementara di Eropa model i6 diproyeksikan jadi kartu utama untuk masuk ke pasar yang lebih ketat.
Langkah ini muncul saat tekanan di pasar domestik masih terasa kuat. Pada kuartal pertama, Li Auto mencatat rugi bersih 2,3 miliar yuan atau sekitar $330 juta, berbalik dari laba bersih 647 juta yuan pada periode yang sama tahun lalu.
Eropa jadi fokus utama berikutnya
Di antara pasar luar negeri yang dibidik, Eropa mendapat porsi perhatian besar. Li Auto menyebut kawasan itu sebagai pasar inti untuk tahap pertumbuhan berikutnya, dan i6 akan menjadi model yang dipakai untuk membuka pintu pada paruh kedua tahun ini.
Strategi tersebut juga disampaikan langsung oleh President Li Auto, Ma Donghui, dalam panggilan kinerja kuartal pertama. Ia menegaskan bahwa ekspansi ke luar negeri dipilih untuk merespons kompetisi domestik yang sangat ketat.
Perusahaan sudah mulai membangun landasan untuk ekspansi di kawasan tersebut. Sebuah pusat riset dan pengembangan di Munich, Jerman, tengah mempelajari regulasi yang ketat sekaligus kebutuhan pengguna di Eropa.
Li Auto juga menyiapkan panggung yang lebih besar lewat Paris Motor Show 2026. Ajang itu akan menjadi penampilan resmi pertama perusahaan di level otomotif internasional tertinggi di Eropa.
MEGA masuk jalur setir kanan
Selain Eropa, Li Auto ikut mengincar pasar yang memakai setir kanan. Versi setir kanan dari Li Mega MPV akan meluncur di Hong Kong dan Singapura pada akhir tahun ini.
Wilayah tersebut dipandang penting untuk mendorong penjualan global. Li Auto ingin memanfaatkan pasar Asia-Pasifik yang lebih luas dengan model yang sudah disesuaikan untuk kebutuhan lokal.
Perusahaan juga menegaskan bahwa adaptasi regional tidak akan dilakukan belakangan. Setiap model baru berikutnya akan menyelesaikan penyesuaian terhadap regulasi luar negeri bersamaan dengan proses riset dan pengembangan.
Strategi berbeda untuk tiap kawasan
Ekspansi internasional Li Auto tidak akan dijalankan dengan pola tunggal. Perusahaan akan memilih model operasi yang berbeda, termasuk membentuk anak usaha atau menunjuk distributor eksklusif, tergantung ukuran pasar dan peta persaingan.
Li Auto juga ingin mengandalkan mitra lokal yang kuat untuk membangun sistem layanan lengkap. Fokusnya mencakup penjualan, pengiriman, dan layanan purnajual agar ekspansi bisa bergerak lebih cepat.
Di Timur Tengah dan Asia Tengah, perusahaan menempatkan model extended-range seri L sebagai penopang utama penjualan. Li L9 versi terbaru dijadwalkan hadir di wilayah itu pada kuartal ketiga tahun ini.
Model tersebut mendapatkan penyesuaian khusus untuk iklim panas. Li Auto menyebut ada peningkatan di sisi perangkat keras dan perangkat lunak, termasuk performa pengisian daya serta manajemen termal pendingin kabin.
Tekanan di dalam negeri belum reda
Meski rencana global semakin agresif, pasar China masih memberi beban besar. Pendapatan kuartal pertama turun 11,4% secara tahunan menjadi 23,0 miliar yuan, sementara margin kotor turun tajam ke 7,9% dari 20,5% setahun sebelumnya.
Penurunan itu dipengaruhi perubahan bauran produk dan perang harga yang agresif di pasar domestik. Untuk kuartal kedua, Li Auto memasang panduan pengiriman di kisaran 95.000 hingga 100.000 kendaraan.
Tanda ekspansi luar negeri sebenarnya sudah terlihat sejak paruh pertama tahun ini. Pada April, Li Auto menandatangani perjanjian dealer di Uni Emirat Arab dan Arab Saudi, lalu mengumumkan rencana ekspansi ke Kamboja, Laos, Makau, dan Myanmar.
Source: cnevpost.com




