Patuhi Standar Mutu, IKM Kini Lebih Mudah Masuk Rantai Pasok Nasional

Produk IKM pangan tidak lagi cukup hanya enak atau laku di pasar sekitar. Bagi Kementerian Perindustrian, pintu menuju pasar yang lebih besar kini ada pada kemampuan pelaku usaha menjaga standar keamanan dan mutu secara konsisten.

Dorongan itu terlihat saat Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kemenperin, Reni Yanita, meninjau PT Bogor Sari Nutrisi di Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. IKM binaan Yayasan Astra–Yayasan Dharma Bhakti Astra itu disebut berkembang setelah mendapat pendampingan intensif sejak 2024.

Standar jadi syarat naik kelas

Dalam peninjauan proses produksi, Reni menilai PT Bogor Sari Nutrisi sudah memenuhi standar keamanan dan mutu pangan. Penilaian itu penting karena menunjukkan bahwa produk lokal bisa masuk ke jalur distribusi yang lebih terstruktur bila kualitasnya terjaga.

Produk perusahaan tersebut kini dipasarkan lewat reseller, toko oleh-oleh khas Bogor, dan program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Jalur pemasaran itu memperlihatkan bahwa pemenuhan standar teknis bukan hanya soal kepatuhan, tetapi juga kunci agar produk kecil dapat menembus pasar yang lebih luas.

Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, dorongan Kemenperin menegaskan bahwa bertahan dengan modal saja tidak cukup. Mereka juga perlu inovasi, pendampingan, dan kolaborasi lintas generasi agar mampu mengikuti perubahan ekonomi dan pasar yang bergerak cepat.

Dorongan link and match untuk rantai pasok

Kunjungan ke PT Bogor Sari Nutrisi juga terkait dengan program link and match yang sedang didorong Kemenperin. Program ini diarahkan untuk memperkuat koneksi IKM dengan rantai pasok industri nasional.

Pendekatan tersebut ditujukan agar IKM tidak berhenti sebagai produsen skala kecil. Dengan koneksi yang lebih kuat, pelaku usaha punya peluang lebih besar untuk masuk ke ekosistem industri yang lebih besar dan bersaing di pasar yang menuntut standar lebih tinggi.

Di sektor pangan, penguatan koneksi itu dinilai penting karena pasar menempatkan keamanan, mutu, dan konsistensi produksi sebagai hal utama. Saat kebutuhan pasar bisa dipenuhi, jalur masuk ke jaringan distribusi nasional menjadi lebih terbuka.

Kolaborasi pembinaan jadi penopang

Sekretaris Yayasan Astra, Yayasan Dharma Bhakti Astra, Ema Poedjiwati Prasetio, menyebut kunjungan Dirjen IKMA sebagai bukti pentingnya kerja sama antara pemerintah dan sektor swasta. Menurut dia, kolaborasi semacam ini memperkuat ekosistem pembinaan IKM yang telah dibangun selama 46 tahun.

Pernyataan itu menegaskan bahwa pengembangan IKM tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan lembaga pemerintah, pendampingan dunia usaha, dan kesiapan pelaku usaha perlu bergerak bersama supaya usaha kecil bisa naik kelas secara berkelanjutan.

PT Bogor Sari Nutrisi menjadi contoh IKM yang berkembang lewat pembinaan dan pemenuhan standar. Keberadaannya di reseller, toko oleh-oleh, dan program MBG menunjukkan bahwa peluang masuk ke rantai pasok nasional terbuka selama mutu produk dan tata kelola usaha terus diperkuat.

Source: www.beritasatu.com

Baca Juga

Back to top button