Rasa Bisa Diatur, Minuman Kaleng Ini Disiapkan Agar Astronaut Tetap Lahap Selama Misi Ke Mars

Rasa makanan di perjalanan panjang ke Mars ternyata bukan persoalan sepele. Jika menu terlalu monoton, astronot bisa kehilangan selera makan, dan kondisi itu justru berbahaya saat tubuh mereka sudah dibebani mikrogravitasi dan keterbatasan nutrisi.

Karena itu, sebuah minuman kaleng futuristik mulai dilirik sebagai solusi yang lebih praktis. Studi baru di jurnal ACS Food Science and Technology memperkenalkan minuman fortifikasi berbasis nanoemulsi yang ukurannya kira-kira setara kaleng soda dan dapat diatur rasa serta tingkat kemanisannya.

Minuman ini memang dirancang untuk misi panjang. Tujuannya adalah memberi astronot pilihan rasa yang lebih beragam ketika mereka berada jauh dari Bumi, saat menu makanan sangat terbatas dan mudah terasa membosankan.

Fleksibilitas rasa menjadi salah satu daya tarik utamanya. Formula minuman ini hadir dalam beberapa varian, sehingga astronot bisa menyesuaikannya dengan preferensi atau keinginan sesaat mereka.

Nutrisi yang ikut dibawa

Selain soal rasa, minuman ini juga menyasar kebutuhan gizi. Formulasinya diperkaya omega-3 fatty acids, nutrisi yang disebut sebagian besar tidak hadir dalam pola makan harian astronot.

Pilihan itu tidak dibuat tanpa alasan. Omega-3 sebelumnya disebut punya potensi membantu perlindungan terhadap radiasi antariksa, dan juga dapat meningkatkan laju pembentukan tulang.

Di lingkungan ruang angkasa, manfaat seperti itu dianggap relevan. Mikrogravitasi dapat memicu hilangnya massa otot, sementara tekanan fisik lain ikut menambah beban tubuh astronot.

Selama ini, badan antariksa mengandalkan latihan resistensi intensif untuk menahan penyusutan otot. Namun strategi itu dinilai belum cukup jika tidak dibarengi pendekatan lain yang menjaga kecukupan nutrisi selama perjalanan panjang.

Dari minuman fortifikasi ke formula stabil

Secara konsep, minuman ini mengikuti pola yang sudah dikenal di Bumi, yaitu minuman fortifikasi. Jenis minuman seperti ini ditambah nutrisi yang sebelumnya tidak ada, seperti vitamin, mineral, atau fatty acids.

Tantangannya adalah menggabungkan bahan yang larut air, seperti gula, dengan omega-3 yang larut minyak. Tim peneliti lalu membuat campuran stabil dari kombinasi itu dan menguji berbagai variasi gula, lemak, asam, serta perisa.

Dari proses tersebut, mereka memilih enam resep yang dianggap paling menjanjikan. Enam formula itu dibagi ke dalam dua tingkat kemanisan, yaitu medium dan tinggi.

Ada juga tiga profil rasa yang menyerupai rose, orange blossom, dan floral citrus. Setiap sajian berukuran 11 fluid ounces, atau kira-kira sebesar minuman soda standar.

Dalam satu porsi, minuman ini dapat memasok hingga sepertiga dari asupan harian omega-3 yang direkomendasikan untuk astronot. Itu membuatnya bukan sekadar pelengkap rasa, tetapi juga sumber nutrisi tambahan yang cukup berarti.

Bisa dibuat di Bumi maupun di luar angkasa

Salah satu keunggulan lain ada pada sisi produksinya. Emulsi tersebut bisa dibuat di Bumi maupun dalam kondisi zero gravity, sehingga pilihan minuman dapat disesuaikan dengan kebutuhan misi dan selera astronot.

Fleksibilitas ini penting karena misi ke Mars menuntut ketahanan logistik dalam jangka sangat panjang. Jika pilihan rasa bisa berubah sesuai preferensi, peluang astronot untuk tetap makan dan minum dengan baik juga ikut meningkat.

Meski begitu, produk ini belum sepenuhnya siap dipakai dalam misi antariksa. Para peneliti masih ingin memperbaiki rasanya dan masih menilai dampak perjalanan luar angkasa yang panjang terhadap daya simpan minuman ini.

Sensasi yang ada sekarang disebut masih mirip soda datar dengan rasa agak manis dan sedikit amis. Namun untuk perjalanan bertahun-tahun menuju Mars, variasi seperti ini tetap dinilai lebih baik daripada menu yang terus berulang tanpa banyak pilihan.

Arah pengembangannya juga masih terbuka lebar. Studi ini memang berfokus pada omega-3, tetapi konsep dasarnya memungkinkan nutrisi lain ditambahkan pada versi berikutnya sesuai kebutuhan astronot di masa depan.

Baca Juga

Back to top button