RD Kongo Tahan Serangan Denmark, Bekal Penting Menjelang Grup K Piala Dunia 2026

Hasil imbang 0-0 melawan Denmark memberi RD Kongo lebih dari sekadar catatan persahabatan. Tim asuhan Sebastien Desabre pulang dengan bekal penting karena mereka mampu bertahan rapat menghadapi lawan Eropa yang punya kualitas individu tinggi.

Laga ini juga memperlihatkan bahwa RD Kongo tidak mudah goyah saat ditekan selama 90 menit. Bagi The Leopards, kemampuan menjaga fokus dan disiplin bertahan seperti itu bisa menjadi modal berharga saat memasuki fase yang lebih berat.

Pertahanan jadi titik paling menonjol

Denmark tampil lebih dominan dalam penguasaan bola dan mengandalkan kreativitas Christian Eriksen serta Pierre-Emile Hojbjerg dari lini tengah. Namun, aliran serangan mereka kerap mentok karena RD Kongo menjaga organisasi pertahanan dengan rapi.

Chancel Mbemba dan Axel Tuanzebe memimpin barisan belakang yang membuat lawan kesulitan menemukan ruang. Rasmus Hojlund juga tidak banyak mendapat kesempatan untuk melepaskan tembakan bersih di area berbahaya.

Situasi itu menunjukkan bahwa RD Kongo punya struktur bertahan yang cukup solid. Saat tekanan Denmark meningkat, mereka tetap bisa menjaga jarak antarlini dan tidak kehilangan bentuk permainan.

Masih ada ancaman saat transisi

RD Kongo tidak hanya menunggu serangan lawan tanpa respons. Mereka beberapa kali mencoba menyerang balik lewat kecepatan Yoane Wissa dan Cedric Bakambu.

Masalahnya, penyelesaian akhir mereka belum cukup tajam untuk mengubah peluang menjadi gol. Walau begitu, kemampuan keluar dari tekanan dan menciptakan ancaman tetap memberi sinyal positif.

Hasil tanpa gol ini menunjukkan bahwa RD Kongo mampu menjaga intensitas permainan saat menghadapi tim dengan tempo tinggi. Itu menjadi nilai tambah tersendiri karena lawan yang dihadapi punya kualitas teknis yang tidak ringan.

Bekal menuju Grup K

Uji coba ini hadir pada momen yang penting karena RD Kongo segera masuk ke persaingan Grup K Piala Dunia 2026. Mereka akan satu grup dengan Portugal, Kolombia, dan Uzbekistan, sehingga konsistensi sejak awal akan sangat menentukan.

Laga pertama mereka akan langsung berat karena harus menghadapi Portugal pada 18 Juni mendatang. Dengan lawan sebesar itu, hasil melawan Denmark memberi gambaran bahwa RD Kongo bisa bertahan dengan baik, meski ketajaman lini depan masih perlu ditingkatkan.

Bagi Sebastien Desabre, pertandingan ini jelas memberi bahan evaluasi yang konkret. Ketahanan tim sudah terlihat, tetapi efektivitas serangan tetap harus diperbaiki agar mereka tidak hanya kuat saat bertahan.

Denmark sendiri datang ke laga ini dengan status sudah dipastikan absen di Piala Dunia 2026 setelah kalah dramatis lewat adu penalti dari Republik Ceko pada babak playoff kualifikasi UEFA. Karena itu, pertandingan ini juga menjadi ajang penting bagi mereka untuk melihat respons tim saat menghadapi lawan yang disiplin dan sulit ditembus.

Komposisi pemain di lapangan memperlihatkan duel yang menarik dari kedua kubu. RD Kongo menurunkan Lionel Nzau Mpasi; Gedeon Kalulu, Chancel Mbemba, Axel Tuanzebe, Steve Kapuadi; Ngal’ayel Mukau, Samuel Moutoussamy, Edo Kayembe; Yoane Wissa, Arthur Masuaku, Cedric Bakambu, sedangkan Denmark menurunkan Filip Jorgensen; Rasmus Kristensen, Andreas Christensen, Oliver Provstgaard, Joakim Maehle; Mathias Jensen, Pierre-Emile Hojbjerg, Christian Eriksen; Adam Daghim, Rasmus Hojlund, Patrick Dorgu.

Skor 0-0 di laga ini menegaskan bahwa RD Kongo punya fondasi pertahanan yang layak dibawa ke level lebih tinggi. Tantangan berikutnya adalah memastikan peluang yang mereka ciptakan tidak lagi berhenti di tahap ancaman semata.

Source: mediaindonesia.com

Baca Juga

Back to top button