Saat Jaringan Penuh, Paket Postpaid Baru Airtel Tetap Dapat Prioritas Internet

Airtel kini menjual sesuatu yang lebih dari sekadar paket postpaid biasa. Lewat Priority Postpaid, perusahaan ini menempatkan kualitas koneksi sebagai daya tarik utama, dengan janji internet tetap lancar saat jaringan sedang padat.

Menariknya, layanan ini tidak hanya menempel pada prioritas akses jaringan. Airtel juga menyertakan sejumlah manfaat digital dan konten, sehingga paketnya terlihat diarahkan untuk pengguna yang butuh koneksi stabil sekaligus layanan tambahan untuk kerja dan hiburan.

Prioritas saat trafik tinggi

Inti dari Priority Postpaid ada pada teknologi 5G slicing yang dipakai Airtel untuk membagi kapasitas jaringan secara lebih cerdas dan dinamis. Dengan pendekatan ini, pelanggan tetap diharapkan mendapat koneksi yang cepat, stabil, dan konsisten ketika banyak orang memakai jaringan secara bersamaan.

Airtel menyebut layanan ini cocok untuk kebutuhan yang tidak boleh terganggu, mulai dari bekerja, menikmati hiburan, hingga kolaborasi online. Perusahaan juga menegaskan bahwa ini adalah implementasi komersial pertama layanan 5G berbasis slicing di India.

Apa yang membuatnya berbeda

Network slicing merupakan fitur pada arsitektur 5G standalone yang memungkinkan operator mengalokasikan porsi sumber daya jaringan secara khusus untuk pengguna atau aplikasi tertentu. Cara kerja ini membuat layanan tertentu memperoleh prioritas lebih tinggi di jaringan saat kapasitas sedang dipakai ramai-ramai.

Menurut Airtel, teknologi tersebut membantu meningkatkan efisiensi jaringan, menciptakan kapasitas tambahan, dan menjaga pengalaman yang lebih stabil bagi pelanggan Priority. Manfaat itu disebut paling terasa di lokasi yang sering mengalami kepadatan trafik data.

Airtel mencontohkan konser, pasar yang ramai, dan pertemuan publik berskala besar sebagai area yang berpotensi merasakan efeknya. Di situ, pengguna diharapkan tetap bisa melakukan panggilan, streaming, atau memakai aplikasi penting tanpa gangguan besar.

Dibuat untuk skenario harian yang padat

Shashwat Sharma mengatakan teknologi baru ini menghadirkan pengalaman yang lebih unggul dan lebih dapat diandalkan. Ia memberi gambaran kondisi seperti tetap melakukan panggilan klien di tengah kemacetan, streaming di konser penuh sesak, atau memesan taksi di pasar yang padat.

Layanan ini tersedia untuk seluruh pengguna paket postpaid Airtel. Pelanggan postpaid yang sudah ada akan otomatis menerima manfaat layanan ini tanpa langkah tambahan yang disebutkan secara khusus.

Airtel juga membuka opsi bagi pengguna prepaid yang ingin berpindah ke paket postpaid. Migrasi bisa dilakukan lewat aplikasi Airtel atau dengan datang langsung ke gerai Airtel.

Ada syarat perangkat yang perlu dicek

Meski ditawarkan luas, Priority Postpaid tetap membutuhkan perangkat yang sesuai. Paket ini hanya kompatibel dengan smartphone berkemampuan 5G standalone yang menjalankan versi perangkat lunak terbaru.

Airtel menyarankan pengguna memeriksa kesiapan perangkat dan pembaruan software yang masih tertunda melalui aplikasi Airtel. Dukungan terhadap jaringan 5G standalone menjadi faktor penting agar layanan berjalan optimal.

Dibundel dengan layanan digital

Selain prioritas jaringan, Airtel membekali Priority Postpaid dengan manfaat digital dan konten. Pada paket Rs 449, pelanggan mendapat akses ke Airtel Xstream Play, Adobe Express Premium, dan penyimpanan cloud 100 GB.

Untuk paket yang lebih tinggi, Airtel menambahkan benefit lain seperti Amazon Prime, JioHotstar, Apple TV+, Apple Music, dan Netflix. Susunan ini membuat Priority Postpaid diposisikan bukan hanya sebagai layanan konektivitas, tetapi juga bundel hiburan dan produktivitas.

Pendekatan tersebut menunjukkan arah persaingan operator yang makin bergeser. Keunggulan tidak lagi hanya diukur dari cepatnya internet, tetapi juga dari pengalaman premium yang dirasakan pelanggan dalam penggunaan harian.

Bagian dari arah premiumisasi

Airtel bukan yang pertama di dunia dalam penggunaan jaringan berbasis slicing, tetapi perusahaan ini menjadi yang pertama secara komersial di India. Teknologi 5G slicing sebelumnya sudah diperkenalkan di beberapa pasar global seperti Amerika Serikat, Singapura, Inggris, dan Malaysia.

Perusahaan menyebut peluncuran ini sebagai komitmen untuk membangun jaringan digital yang lebih cerdas dan siap menghadapi kebutuhan masa depan. Di saat yang sama, langkah ini memperlihatkan bagaimana 5G mulai dipakai lebih jauh dari sekadar peningkatan kecepatan dasar.

Airtel juga mencatat pertumbuhan average revenue per user atau ARPU menjadi Rs 257 pada kuartal Maret, dari Rs 245 setahun sebelumnya. Pada kuartal yang sama, perusahaan menambah sekitar 0,8 juta pelanggan sehingga total basis pelanggannya mencapai 29 juta.

Source: sundayguardianlive.com

Baca Juga

Back to top button