Teknologi kini jadi andalan utama pemerintah dalam memburu aset hasil penyimpangan yang disembunyikan dengan rapi. Presiden Prabowo Subianto menegaskan, ruang gerak para pejabat korup semakin sempit karena negara sudah punya alat pemantau yang makin canggih.
Dalam pandangannya, aset yang disembunyikan tidak lagi aman meski diletakkan jauh dari pandangan umum. Prabowo bahkan menyinggung bahwa benda atau harta yang disimpan di bawah tanah tetap bisa dilacak dengan perangkat modern.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-19 di Jakarta. Di hadapan para anggota dewan, ia mengingatkan bahwa kepala daerah dan pejabat publik tidak perlu merasa kebal dari pengawasan pemerintah pusat.
Prabowo menekankan bahwa negara kini tidak harus selalu mengandalkan pemeriksaan langsung di lapangan. Menurut dia, sistem pemantauan modern sudah memungkinkan pemerintah membaca aktivitas dan aset dengan lebih cepat serta lebih luas.
Ia juga menyebut penggunaan radar sebagai salah satu contoh kemampuan teknologi yang dapat mendeteksi objek di bawah tanah. Dari situ, Prabowo menegaskan bahwa bunker atau tempat persembunyian aset hasil penyimpangan tetap bisa ditemukan.
“Jangan mengira sekarang engkau jadi Bupati, engkau jadi Gubernur kita tidak bisa monitor dari sini,” kata Prabowo. Ia memakai pernyataan itu untuk menegaskan bahwa jabatan daerah bukan jaminan untuk lolos dari pantauan pusat.
Prabowo menambahkan, teknologi pertahanan juga dapat dipakai untuk menelusuri gudang senjata di bawah tanah. Dalam pandangannya, kemampuan yang sama bisa dimanfaatkan untuk membongkar harta tersembunyi milik pejabat yang menyalahgunakan kewenangan.
Ia menyebut dirinya akan memakai teknologi paling canggih untuk mendukung pengawasan. Bagi Prabowo, alat deteksi modern bisa menjadi tekanan nyata bagi siapa pun yang mencoba menutup-nutupi aset hasil korupsi.
Selain soal harta yang disembunyikan, Prabowo juga menyoroti pengawasan terhadap kebun luas ilegal. Ia menilai satelit membuat penelusuran lahan semacam itu jauh lebih mudah dibandingkan inspeksi fisik satu per satu.
Menurut Prabowo, citra satelit bisa menampilkan kondisi kebun dengan detail, bahkan sampai ke tingkat pohon. Ia menegaskan bahwa cara ini membuat upaya menipu negara semakin sulit dilakukan.
“Enggak usah kita cek fisik kita bisa foto, tiap pohon kita bisa foto,” kata Prabowo. Ucapan itu memperlihatkan keyakinannya bahwa teknologi dapat mempersulit siapa pun yang mencoba menyembunyikan pelanggaran.
Dengan rangkaian pernyataan itu, Prabowo menempatkan radar, satelit, dan alat deteksi modern sebagai senjata utama negara. Teknologi, menurut dia, bukan lagi sekadar alat bantu, tetapi bagian dari strategi pengawasan yang lebih rapat terhadap aset tersembunyi dan pelanggaran kepemilikan lahan.
Source: www.cnbcindonesia.com




