Tilang Manual Kembali Diperbesar, Korlantas Ubah Pola Operasi Patuh Jadi 70 Persen ETLE 30 Persen Langsung

Penertiban lalu lintas di bawah Korlantas Polri kini masuk fase yang lebih tegas. Dalam Operasi Patuh, komposisi penindakan diubah menjadi 70 persen ETLE dan 30 persen tilang manual, sehingga petugas tidak lagi sepenuhnya bergantung pada kamera.

Perubahan ini jelas berbeda dari pola sebelumnya yang menempatkan ETLE di posisi sangat dominan. Saat itu, porsi penindakan memakai ETLE mencapai 95 persen, sedangkan tilang manual hanya 5 persen.

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menyebut pola baru itu sudah disiapkan agar operasi berjalan lebih terukur. Ia menegaskan bahwa kali ini penindakan di jalan tidak lagi bertumpu penuh pada sistem elektronik.

Agus juga menyampaikan bahwa petugas akan tetap diberi ruang untuk bertindak langsung di lapangan. Dengan begitu, pelanggaran yang perlu ditangani segera bisa mendapat respons tanpa harus menunggu kamera merekam semuanya.

“Dalam Operasi Patuh ini, kami akan sedikit tegas. Bahwa 70% menggunakan ETLE, 30% kami akan tilang,” kata Agus.

Porsi tilang manual yang lebih besar menunjukkan ada penyesuaian dalam cara penegakan hukum di jalan raya. Meski ETLE masih menjadi tulang punggung utama, petugas tetap memegang kewenangan untuk mengambil tindakan langsung ketika situasi memerlukan.

Di sisi lain, Korlantas Polri juga menyiapkan sejumlah agenda besar operasi lalu lintas lain bersama stakeholder terkait. Salah satunya adalah Operasi Keselamatan, yang menurut Agus membutuhkan keterlibatan banyak pihak di lapangan.

Agus menekankan bahwa tujuan utama dari seluruh rangkaian operasi itu tetap keselamatan. Karena itu, ia meminta dukungan dari Jasa Marga dan Jasa Raharja agar pelaksanaan operasi bisa berjalan optimal.

Selain Operasi Patuh dan Operasi Keselamatan, Korlantas juga memberi perhatian pada Operasi Ketupat 2026. Agus mengapresiasi hasil pelaksanaan operasi tersebut dan menilainya cukup berhasil.

Setelah Operasi Patuh, Korlantas juga akan menjalankan Operasi Zebra. Polanya tetap mengedepankan langkah preemtif, preventif, dan penegakan hukum.

Agenda rutin lainnya adalah Operasi Nataru menjelang akhir tahun. Deretan operasi ini memperlihatkan bahwa Korlantas sedang menata ulang strategi penertiban lalu lintas dengan penekanan yang berbeda pada tiap agenda, sementara Operasi Patuh menjadi sorotan paling besar karena komposisi ETLE dan tilang manual kini dibuat lebih seimbang.

Source: www.viva.co.id
Exit mobile version