Jung Ho Myung di Fifties Professionals tidak hanya digambarkan sebagai mantan agen elit, tetapi juga sosok yang terus terseret oleh urusan lama yang belum selesai. Di balik pekerjaannya yang sederhana sebagai koki restoran chinese food, hidupnya dipenuhi tekanan dari masa lalu, keluarga, dan identitas yang tak bisa ia tunjukkan ke publik.
Beban paling berat justru datang dari situasi yang tidak terlihat dari luar. Ho Myung harus terus menyembunyikan siapa dirinya sebenarnya, karena masa lalunya sebagai agen elit tidak boleh terbongkar di pulau Yeongseon tempat ia mencoba memulai hidup baru.
Langkahnya jadi serba terbatas karena ia tidak bisa hidup terbuka. Setiap gerak harus dijaga, seolah hidup tenangnya hanya bertahan selama rahasia itu tetap aman.
Di saat yang sama, urusan Black Pearl masih menggantung dan belum memberi ruang lega. Misi rahasia yang gagal itu masih membayangi hidupnya meski sudah lewat 10 tahun, dan Ho Myung diam-diam tetap mencari barang Black Pearl yang terkait dengan operasi tersebut.
Pencarian itu menunjukkan satu hal penting: masa lalu belum benar-benar selesai. Selama barang itu belum ditemukan, tekanan dari misi lama terus mengikuti ke mana pun ia melangkah.
Masalah lain datang dari rasa bersalah dan ancaman yang pernah ia tinggalkan. Rahasia lama yang kembali bergerak membuat hidupnya terasa makin sempit, apalagi tekanan itu tidak hanya muncul dari satu arah.
Ho Myung juga harus memikul peran sebagai tulang punggung keluarga. Ia bekerja sebagai chef restoran chinese food untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, termasuk membesarkan putranya yang masih anak-anak.
Tanggung jawab itu tidak ringan karena ia juga harus menyiapkan dana pendidikan untuk anaknya. Di usia yang sudah cukup berumur, ia tetap harus memastikan keluarganya bertahan dari hari ke hari.
Namun beban terbesar tidak berhenti di urusan pekerjaan dan masa lalu. Perubahan dari agen elit NIS menjadi pekerja restoran membuatnya berhadapan dengan kehilangan jati diri yang sulit diterima.
Posisi yang dulu membentuk siapa dirinya kini hilang, dan itu memukul sisi psikologisnya. Saat ia dipaksa menjalani hidup yang jauh dari dunia lamanya, rasa kehilangan itu justru semakin kuat.
Di rumah pun keadaan tidak sepenuhnya lebih ringan. Ho Myung kerap tidak dihargai meski sudah berusaha keras menanggung banyak hal, dan kondisi itu membuat pengorbanannya terasa tidak sebanding dengan perlakuan yang ia terima.
Pada titik lain, muncul lagi sosok Bulgae yang membuka konflik baru. Setelah 10 tahun berlalu, Ho Myung akhirnya menemukan agen elit Korea Utara itu, sosok yang merebut barang rahasia dari operasi Black Pearl.
Pertemuan tersebut menegaskan bahwa masalah lama belum benar-benar ditutup. Dengan identitas yang terus disembunyikan, tekanan keluarga yang menumpuk, dan masa lalu yang kembali mendekat, hidup Ho Myung bergerak dalam lingkaran masalah yang sulit diputus.
Source: www.idntimes.com




