VinFast menyiapkan langkah yang cukup agresif untuk pasar motor listrik Indonesia. Bukan hanya membawa tiga skuter sekaligus, perusahaan ini juga langsung bertumpu pada battery swapping agar pengguna tidak perlu menunggu lama saat baterai habis.
Pendekatan itu membuat VinFast masuk ke pasar roda dua dengan penawaran yang terasa lebih praktis untuk penggunaan harian. Di saat infrastruktur kendaraan listrik masih terus dibangun, model seperti ini bisa menjadi daya tarik awal bagi konsumen yang menginginkan cara pakai yang lebih sederhana.
Tiga model pembuka dengan karakter berbeda
Pada tahap awal, VinFast akan melepas Evo, Feliz II, dan Viper. Ketiganya disiapkan untuk menyasar kebutuhan yang berbeda, sehingga konsumen punya lebih dari satu pilihan saat lini ini resmi dijual.
Evo diposisikan sebagai skuter praktis untuk mobilitas harian dengan efisiensi tinggi. Feliz II hadir untuk konsumen yang mencari keseimbangan antara performa dan jarak tempuh, sedangkan Viper dibawa dengan karakter lebih sporty dan dukungan fitur teknologi terkini.
Konsumen sudah bisa melakukan pemesanan begitu penjualan dibuka. VinFast juga menargetkan distribusi unit dimulai pada bulan yang sama agar produk segera tersedia di pasar.
Battery swapping jadi pembeda utama
Daya tarik utama VinFast ada pada skema battery swapping. Dengan sistem ini, baterai yang habis bisa ditukar dengan baterai penuh hanya dalam hitungan menit.
Bagi pengguna motor listrik harian, pola seperti ini jelas memberi kemudahan. VinFast tampak ingin menawarkan solusi yang tidak hanya bergantung pada pengisian daya biasa, tetapi juga pada kecepatan pergantian baterai yang lebih sesuai dengan ritme mobilitas perkotaan.
Untuk mendukungnya, VinFast menggandeng V-Green dalam pembangunan jaringan battery swapping. Stasiun percontohan mulai dihadirkan di Jakarta menjelang peluncuran resmi.
Ekspansi produk dan ekosistem berjalan bersamaan
Langkah VinFast tidak berhenti di tiga model pertama. Perusahaan menargetkan total delapan model motor listrik sepanjang 2026 untuk memperluas jangkauan produknya di Indonesia.
Arah pengembangannya dibuat menyasar banyak kelompok pengguna. Sasaran itu mencakup pelajar dan mahasiswa, pekerja profesional urban, keluarga muda, hingga pelaku usaha dan armada komersial.
CEO VinFast e-Scooter Indonesia, Yordan Satriadi, menekankan bahwa percepatan elektrifikasi membutuhkan dukungan ekosistem yang menyeluruh. Ia juga menyoroti pentingnya kemudahan penggunaan dan efisiensi biaya agar minat masyarakat terhadap kendaraan listrik semakin tumbuh.
Jaringan dealer dan layanan ikut diperluas
Di sisi distribusi, VinFast sudah menjalin kerja sama dengan puluhan mitra dealer di kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali. Perusahaan menargetkan ratusan outlet dapat beroperasi di seluruh Indonesia hingga akhir 2026.
VinFast juga memisahkan jaringan dealer untuk kendaraan roda dua dan roda empat. Langkah ini diambil agar layanan yang diberikan tetap sesuai dengan kebutuhan masing-masing segmen.
Selain itu, perusahaan membuka peluang kerja sama dengan layanan mobilitas seperti Green SM. Arah kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat penetrasi VinFast di sektor armada komersial.
Untuk urusan infrastruktur, VinFast menargetkan pembangunan ribuan stasiun battery swapping di Jakarta dan kota besar lain pada 2026. Pengembangan ini akan berjalan bersamaan dengan ekspansi dealer dan layanan purnajual, sehingga pengalaman pengguna tidak hanya bergantung pada unit motor yang dijual.





