Agios Fanourios I Kembali Melaju Ke Vietnam, Sempat Ditahan Militer AS Di Teluk Oman

Agios Fanourios I kembali bergerak ke Vietnam setelah sempat berhenti selama lima hari di Teluk Oman di tengah pengawasan Angkatan Laut Amerika Serikat. Kapal supertanker berbendera Malta itu kini tercatat menuju kilang minyak Nghi Son dan diperkirakan tiba pada Sabtu.

Kembalinya kapal ini ke jalur pelayaran langsung menarik perhatian karena terjadi saat ketegangan di Timur Tengah masih tinggi. Perlintasan di sekitar Teluk Oman dan Selat Hormuz pun kembali menjadi sorotan, sebab kawasan itu tetap memegang peran besar dalam arus minyak dunia.

Kapal jenis very large crude carrier atau VLCC itu sempat keluar dari Selat Hormuz pada Minggu. Sehari kemudian, kapal tersebut berbalik arah ketika berada di Teluk Oman dan baru melanjutkan perjalanan lagi pada Sabtu setelah sempat berhenti di bawah pengawasan militer AS yang meningkat di kawasan.

Komando Pusat Militer AS atau Centcom sebelumnya menyebut kapal itu dialihkan sebagai bagian dari penegakan blokade terhadap Iran yang sedang berlangsung. Situasi ini membuat keberadaan kapal tanker besar seperti Agios Fanourios I dipantau lebih ketat karena terkait langsung dengan operasi keamanan maritim di kawasan Teluk.

Di saat yang sama, memanasnya konflik Iran dengan Israel ikut menambah sensitivitas di jalur pelayaran energi. Setiap gangguan kecil pada kapal tanker besar bisa cepat memicu perhatian pasar, apalagi bila terjadi di rute yang dianggap sangat vital.

Selat Hormuz tetap memiliki posisi penting karena menjadi jalur utama arus minyak mentah dan produk energi dari Timur Tengah menuju pasar global. Karena itu, pergerakan kapal tanker di sekitar jalur ini hampir selalu mendapat pengawasan ekstra dari pelaku industri energi.

Laporan yang sama juga menyebut harga minyak dunia sempat naik lebih dari 1% setelah serangan drone terhadap fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir di Uni Emirat Arab. Serangan tersebut menambah kekhawatiran bahwa stabilitas pasokan energi global masih rentan ketika risiko di kawasan belum mereda.

Kasus Agios Fanourios I menunjukkan bagaimana satu kapal tanker bisa menjadi cerminan dari naik-turunnya tensi geopolitik di Teluk. Selama situasi keamanan belum membaik, rute pelayaran di sekitar Selat Hormuz akan tetap berada dalam pengawasan ketat karena dampaknya bisa menjalar ke pasar energi internasional.

Source: www.beritasatu.com

Baca Juga

Back to top button