Armada Hijau Dorong Untung Lalamove, Emisi Tersapu Lebih Cepat

Lalamove menunjukkan bahwa efisiensi logistik tidak lagi hanya soal banyaknya pesanan yang masuk. Perusahaan pengiriman dan perjalanan on-demand ini kini menempatkan kendaraan ramah lingkungan, efisiensi operasional, dan transparansi keberlanjutan sebagai bagian dari cara bisnis dijalankan.

Dalam Sustainability Report 2025, Lalamove menegaskan bahwa keberlanjutan bukan sekadar program tambahan. Laporan itu juga memuat kinerja lingkungan, keamanan informasi, keselamatan mitra pengemudi, serta kontribusi sosial di berbagai pasar, termasuk Asia Tenggara.

Penggunaan kendaraan hijau jadi pendorong utama

Salah satu sorotan terbesar datang dari penggunaan kendaraan energi baru atau new energy vehicles (NEVs). Lalamove menyebut adopsi NEVs sebagai penggerak utama penurunan emisi perusahaan.

Capaian itu bahkan melampaui target awal yang dipatok untuk 2028. Di Tiongkok, lebih dari 60 persen pesanan kini dipenuhi kendaraan ramah lingkungan, sementara pada kategori van angkanya mencapai 67 persen.

Managing Director Lalamove Indonesia, Andito B Prakoso, mengatakan hasil tersebut lahir dari pendekatan berbasis data dalam agenda ESG perusahaan. Menurut dia, pendekatan itu membantu memperluas dampak bisnis tanpa meninggalkan target keberlanjutan.

“Berbagai capaian ini menunjukkan keberlanjutan menjadi bagian dari cara kami beroperasi dan bertumbuh,” kata Andito di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Emisi terbesar justru datang dari kendaraan mitra

Andito menjelaskan bahwa sumber emisi terbesar Lalamove berada di Scope 3, yakni emisi yang timbul dari kendaraan milik mitra pengemudi. Karena itu, percepatan penggunaan NEVs dinilai sebagai langkah paling strategis untuk menekan jejak karbon perusahaan.

Situasi ini juga memperlihatkan bahwa logistik hijau tidak bisa dikerjakan sendiri oleh perusahaan. Kerja sama dengan produsen otomotif dan mitra rantai pasok ikut dibutuhkan agar mitra pengemudi punya akses lebih luas ke kendaraan ramah lingkungan.

Bagi bisnis, perubahan armada semacam ini memiliki dampak ganda. Perusahaan bisa menjaga pertumbuhan layanan, sekaligus merespons tuntutan pasar yang makin memperhatikan isu keberlanjutan.

Teknologi dipakai untuk memangkas perjalanan kosong

Selain kendaraan rendah emisi, Lalamove juga mendorong efisiensi lewat teknologi. Fitur rekomendasi rute dan sistem pencocokan pesanan yang lebih optimal membantu mengurangi perjalanan tanpa muatan atau empty mileage.

Dalam operasional logistik, perjalanan kosong sering menyedot biaya, waktu, dan bahan bakar. Ketika angka itu turun, emisi karbon per pengiriman ikut menurun dan layanan pun menjadi lebih efisien bagi pengguna maupun mitra pengemudi.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa penurunan emisi tidak selalu harus berasal dari perubahan besar di satu titik saja. Optimasi rute dan kecocokan pesanan bisa memberi dampak langsung pada konsumsi energi harian.

Pelaporan keberlanjutan dibuat lebih terbuka

Di luar operasional lapangan, Lalamove juga memperkuat kualitas pelaporan keberlanjutan. Setelah merilis pengungkapan iklim yang mengacu pada IFRS S2 pada 2024, perusahaan melanjutkannya dengan analisis skenario kualitatif perdana pada 2025.

Lalamove juga mulai menerapkan pendekatan double materiality untuk memetakan isu ESG yang paling relevan bagi bisnis dan pemangku kepentingan. Bagi investor, mitra, dan publik, pendekatan ini memberi gambaran yang lebih jelas tentang risiko sekaligus arah pengelolaan keberlanjutan perusahaan.

Aspek keselamatan dan sosial tetap masuk prioritas

Sustainability Report 2025 tidak hanya bicara soal lingkungan. Lalamove juga meraih sertifikasi ISO 27701 untuk sistem manajemen informasi privasi, serta mempertahankan tingkat operasional bebas cedera sebesar 99,9 persen di seluruh pasar.

Di sisi sosial, program Deliver Care diperluas dengan empat fokus utama, yaitu bantuan kebencanaan, dukungan bagi anak, kepedulian sosial, dan pemberdayaan komunitas. Ruang ini menunjukkan bahwa keberlanjutan di sektor logistik juga mencakup keselamatan kerja dan dampak sosial yang lebih luas.

Andito menegaskan bahwa pertumbuhan bisnis, dampak sosial, dan target lingkungan bisa berjalan bersama. Dengan dorongan menuju logistik yang lebih bersih, Lalamove akan terus memperkuat penggunaan kendaraan hijau, meningkatkan efisiensi operasional, dan menjaga transparansi praktik keberlanjutan di pasar tempat perusahaan beroperasi.

Source: mediaindonesia.com

Baca Juga

Back to top button