Dukungan untuk Anthony Leong di bursa Ketua Umum BPP HIPMI terus bertambah dan kini sudah datang dari 14 Badan Pengurus Daerah di berbagai wilayah. Sinyal ini membuat peta persaingan menuju Musyawarah Nasional XVIII HIPMI terlihat semakin mengarah pada figur yang punya kedekatan kuat dengan daerah.
Sebaran dukungan itu juga menunjukkan bahwa kontestasi di tubuh HIPMI tidak hanya bergerak lewat popularitas. Di organisasi ini, posisi dan kepercayaan dari pengurus daerah menjadi penentu penting karena mereka ikut membentuk arah kepemimpinan yang akan bekerja ke depan.
Daerah-daerah yang disebut telah memberi sokongan kepada Anthony tersebar cukup luas. Bangka Belitung, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, dan Papua Selatan termasuk di antara wilayah yang sudah menyatakan sikap.
Pola dukungan yang merata itu memperlihatkan Anthony tidak bertumpu pada satu kawasan saja. Ia disebut membangun komunikasi langsung dengan para pengurus daerah, sehingga hubungan yang terjalin bukan sekadar formalitas, melainkan lewat interaksi yang lebih intens dan berkelanjutan.
Dukungan daerah jadi sinyal penting
Dalam dinamika menuju Munas XVIII HIPMI, dukungan dari badan pengurus daerah punya arti besar. Selain mencerminkan pengaruh calon di tingkat lokal, dukungan itu juga menunjukkan sejauh mana arah organisasi yang ditawarkan mampu diterima oleh para pengurus di daerah.
Karena itu, bertambahnya sokongan untuk Anthony ikut dibaca sebagai penguatan posisi politik internal. Pada tahap ini, dukungan daerah menjadi salah satu pengukur utama untuk melihat siapa yang paling siap memimpin organisasi pengusaha muda tersebut.
Munas XVIII HIPMI sendiri sudah berjalan sejak 4 April 2026. Agenda puncaknya dijadwalkan berlangsung pada 10 Juni 2026 dengan tema “Sinergi Pengusaha Muda Membangun Kekuatan Nasional.”
Anthony dorong HIPMI kembali ke tujuan awal
Di tengah menguatnya dukungan, Anthony menegaskan bahwa pencalonannya tidak semata soal perebutan kursi ketua umum. Ia menempatkan HIPMI sebagai rumah bagi lahirnya pengusaha muda dan ingin organisasi itu kembali fokus pada tujuan dasarnya.
Anthony juga melihat bahwa dukungan dari berbagai daerah membawa tanggung jawab yang tidak kecil. Aspirasi pengurus daerah, menurut dia, harus diperjuangkan agar HIPMI tetap berjalan sesuai AD ART dan benar-benar berfungsi sebagai “laboratorium bisnis yang sehat dan baik.”
Pandangan itu menegaskan arah yang ingin dibawanya ke dalam organisasi. HIPMI diharapkan tidak hanya menjadi ruang kontestasi, tetapi juga tempat pengembangan usaha yang berkelanjutan bagi anggotanya.
Ia bahkan menekankan peran yang lebih luas bagi HIPMI dalam perekonomian nasional. Anthony menyebut, “HIPMI harus menjadi mesin penggerak ekonomi nasional yang membawa dampak nyata bagi anggota dan masyarakat luas.”
Kolaborasi dengan pemerintah dan penguatan daerah
Sebagai CEO Menara Corp, Anthony juga menempatkan kolaborasi dengan pemerintah sebagai salah satu agenda penting. Menurutnya, kerja bersama dibutuhkan agar kebijakan publik dan kebutuhan dunia usaha di daerah bisa saling mendukung.
Ia menilai pengurus di daerah perlu merasakan peluang bisnis yang konkret. Dari sudut pandangnya, penguatan pengusaha muda di daerah akan memberi efek berantai terhadap ketahanan ekonomi nasional dari level bawah.
Dukungan terhadap Anthony juga datang dari pengurus daerah yang merasakan sendiri pendekatan personalnya. Ketua Umum BPD HIPMI Kalimantan Selatan, Putra Qomaludin Attar Nuriqli, mengatakan Anthony beberapa kali datang langsung ke daerahnya untuk bersilaturahmi dan berdiskusi dengan para pengurus.
Putra menilai kunjungan itu tidak berhenti pada pertemuan seremonial. Ia menyebut Anthony juga terlibat dalam kolaborasi bisnis konkret di daerah, sehingga kehadirannya dianggap lebih dekat dengan kebutuhan pelaku usaha muda.
Dengan dukungan yang terus bertambah dari berbagai daerah, posisi Anthony Leong kini semakin kuat dalam bursa Ketua Umum BPP HIPMI periode 2026-2029. Munas XVIII pun dipandang menjadi forum penentu arah baru organisasi, terutama dalam memperkuat peran daerah dan memperluas dampaknya bagi ekonomi nasional.





