Bantuan sosial di Brebes menjelang Idul Adha 1447 Hijriah tidak hanya soal angka besar, tetapi juga soal ketepatan sasaran. Pemerintah Kabupaten Brebes menyalurkan 4.116 paket sembako melalui Program Jaring Pengaman Sosial Wareg Sedoyo atau Wardoyo Tahap I Tahun 2026 kepada warga kurang mampu di sepuluh kecamatan.
Penyaluran berlangsung dalam dua hari dan dibagi ke dua wilayah utama, yakni Brebes utara-tengah serta Brebes selatan. Pola ini dipakai agar distribusi lebih tertata dan penerima di tiap wilayah bisa dijangkau sesuai data yang sudah disiapkan.
Di wilayah utara dan tengah, pembagian dilakukan di Kecamatan Tanjung. Sasaran bantuan meliputi warga Tanjung, Losari, Bulakamba, Brebes, dan Wanasari.
Sementara itu, untuk Brebes selatan, penyaluran dipusatkan di Kecamatan Paguyangan. Bantuan diarahkan kepada warga Bantarkawung, Bumiayu, Paguyangan, Tonjong, dan Sirampog.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Brebes, Imam Baehaqi, menyebut distribusi hari pertama mencapai 2.056 paket untuk wilayah utara dan tengah. Sehari berikutnya, 2.060 paket disalurkan untuk wilayah selatan.
Pemerintah daerah menempatkan akurasi data sebagai kunci utama dalam pembagian bantuan. Karena itu, alokasi disusun berdasarkan basis data valid yang dikelola Dinas Sosial agar paket sembako benar-benar jatuh ke tangan warga yang membutuhkan.
Tekankan penerima yang tepat
Wakil Bupati Brebes, Wurja, mengingatkan bahwa bantuan hanya akan terasa manfaatnya jika diterima oleh pihak yang tepat. Menurut dia, nilai bantuan bisa hilang jika justru diterima oleh warga yang mampu.
Pesan serupa juga disampaikan dalam penyerahan simbolis yang dilakukan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Brebes, Subandi, di Aula Kecamatan Tanjung pada Minggu (24/5/2026). Ia membacakan pesan tertulis Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, yang menegaskan keinginan pemerintah agar tidak ada warga yang merasa tertinggal dalam menghadapi kesulitan hidup.
Subandi menyebut jaring pengaman sosial ini sebagai bentuk kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat kecil. Ia juga berharap bantuan itu bisa membantu kebutuhan harian warga sekaligus membawa keberkahan bagi keluarga penerima manfaat.
Isi paket dan respons warga
Paket sembako yang disalurkan melalui Dinas Sosial berisi beras, minyak goreng, telur, gula, serta kebutuhan pokok lainnya. Paket tersebut nantinya juga akan dilengkapi dengan daging.
Respons warga di lokasi pembagian terlihat positif karena bantuan ini dinilai meringankan beban rumah tangga. Salah satu penerima, Umairoh, warga Desa Sengon yang menerima bantuan di Aula Kecamatan Tanjung, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Brebes atas perhatian bagi masyarakat kecil.
Di Brebes selatan, Wurja menyerahkan langsung jaring pengaman sosial di Aula Kecamatan Paguyangan pada Senin (25/5/2026). Ia menyebut Program Wardoyo sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada warga yang membutuhkan, terutama menjelang Idul Adha.
Pemkab Brebes juga menyatakan akan menata ulang sistem pendataan agar penyaluran bantuan semakin tepat sasaran. Langkah ini dipandang penting karena bantuan sosial hanya efektif bila benar-benar menyentuh warga yang paling membutuhkan.
Selain bantuan konsumtif, Wurja turut mengimbau warga memanfaatkan Program Satu Keluarga Satu Sarjana untuk anak lulusan SMA yang terkendala biaya. Imbauan itu menunjukkan bahwa perhatian pemerintah daerah tidak berhenti pada bantuan pangan, tetapi juga menyentuh akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu.





