Ada kucing yang bukan cuma jarang, tetapi juga sulit sekali ditemukan bahkan oleh pencinta kucing yang paling serius. Sebagian besar ras ini berkembang sangat terbatas di negara asalnya, sehingga kesempatan melihatnya langsung terasa seperti momen yang benar-benar spesial.
Kelangkaan itu muncul dari banyak hal. Ada ras yang sulit dibudidayakan, ada yang lahir dari persilangan unik, dan ada pula yang populasinya terus menyusut karena makin jarang dijumpai.
Ras hasil persilangan dengan tampilan yang tidak biasa
Beberapa ras langka justru menarik perhatian karena kombinasi genetiknya menghasilkan bentuk yang berbeda dari kucing pada umumnya. Burmilla, misalnya, lahir dari persilangan Burma dan Chinchilla Persia, lalu muncul tanpa sengaja dari Baroness Miranda von Kirchberg di Inggris pada 1981.
Dari jenis ini, bulu mengilap dan mata yang tajam jadi ciri yang menonjol. Peterbald juga sering mencuri perhatian karena sekilas mirip Sphynx, padahal ras asal Rusia ini masih memiliki bulu yang sangat pendek dengan corak tertentu.
LaPerm tampil makin mudah dikenali lewat bulunya yang keriting seperti habis diperm. Ras ini merupakan hasil persilangan kucing domestik dengan tabby, dengan syarat induknya membawa gen keriting di DNA.
Minskin datang dari kombinasi Sphynx dan Munchkin. Tubuhnya hampir tanpa bulu dan kakinya pendek, dua ciri yang membuat ras ini sulit dihasilkan dalam jumlah banyak.
Serengeti juga lahir dari persilangan Bengal dan Oriental Shorthair. Ras yang pertama kali muncul pada tahun 90-an ini dikenal berpostur kuat dan kokoh, tetapi tetap punya wajah yang imut.
Ras asli yang makin jarang ditemui
Di sisi lain, ada ras langka yang punya kaitan erat dengan wilayah asalnya. Korat punya tempat penting dalam sejarah Kerajaan Siam, Thailand, dengan bulu abu-abu gelap kebiruan sebagai ciri khas yang paling mudah dikenali.
Karena keberadaannya kini makin jarang terlihat, pertemuan dengan Korat dianggap membawa keberuntungan oleh sebagian pencinta kucing. Turkish Van juga masuk kelompok ras asli yang dijaga ketat oleh pemerintah Turki, dan kucing ini dikenal elegan, anggun, serta menyukai air.
Kebiasaan Turkish Van yang senang saat hujan turun membuatnya terasa berbeda dari banyak kucing lain. Kurilian Bobtail berasal dari Pulau Kuril, Rusia, dan juga tergolong ras asli dengan ekor pendek seperti pom-pom serta kemampuan berburu yang disebut sangat baik.
Chartreux punya asal-usul yang lebih rumit karena dikaitkan dengan kucing zaman dahulu. Ras ini diduga berasal dari Persia lalu dibawa ke Kerajaan Prancis, sementara populasinya kini terus berkurang.
Dari Afrika sampai Amerika Serikat
Kelangkaan kucing juga tidak terbatas pada satu kawasan saja. Sokoke berasal dari Kenya, Afrika, dan dikenal lewat garis cokelat gelap yang berpadu dengan warna kuning.
Dulu, kucing ini merupakan kucing liar yang sering berkeliaran di Kenya. Sekarang, jumlahnya jauh lebih jarang terlihat karena banyak orang ingin memeliharanya, dan tampilannya yang eksotis kerap dibandingkan dengan serval.
Ragamuffin termasuk ras yang dibiakkan pada tahun 2003 dan banyak disukai karena bulunya tebal, halus, serta matanya yang besar. Sifatnya juga dikenal manis dan penurut, meski formula persilangannya tidak banyak diketahui.
American Wirehair berada di daftar paling atas soal kelangkaan karena hanya bisa ditemukan di Amerika Serikat. Cat Frontiers Association menyebutnya sebagai ras kucing paling langka di dunia, dan ras ini diduga muncul dari kucing domestik yang bermutasi alami.
Mutasi itu membuat helaian bulunya menipis dan terlihat jabrik, sementara kumisnya ikut mengerut. Dari seluruh deretan kucing langka ini, banyak yang memang sulit ditemukan di Indonesia, sehingga melihatnya secara langsung biasanya hanya bisa dilakukan dengan datang ke negara asalnya.
Source: www.idntimes.com




