Bagi warga yang menunggu bansos reguler, kabar soal tambahan 470 ribu penerima baru pada penyaluran tahap kedua bisa jadi sorotan utama. Perubahan ini membuat daftar penerima tidak lagi terasa statis, karena pembaruan data ikut menentukan siapa yang masuk dalam alokasi bantuan berikutnya.
Penyaluran bantuan sosial reguler seperti Program Keluarga Harapan atau PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai atau BPNT memang berjalan tiga kali dalam setahun. Untuk tahap kedua, distribusinya dijadwalkan berlangsung sepanjang April, Mei, hingga Juni 2026.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa masuknya penerima baru berkaitan erat dengan pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTSEN oleh Badan Pusat Statistik. Karena data sosial ekonomi terus diperbarui, daftar penerima bansos juga ikut bergerak dan tidak terpaku pada nama-nama yang sudah lama tercatat.
Pembaruan itu dilakukan secara berkala setiap triwulan. Pola ini memberi peluang bagi warga yang belum mendapat alokasi pada tahap pertama untuk masuk pada tahap berikutnya, selama data mereka sesuai dengan hasil pemutakhiran terbaru.
Data lapangan ikut dipercepat
Di tingkat daerah, proses pembaruan data kini ditopang oleh lebih dari 70 Operator Data Desa. Mereka membantu mempercepat aktivasi dan reaktivasi identitas warga yang perlu diperbarui agar masuk ke sistem dengan status yang lebih akurat.
Setelah data diperbarui, informasi tersebut masuk ke sistem digital nasional milik kementerian. Mekanisme ini memperkuat verifikasi sebelum seseorang benar-benar tercatat sebagai penerima baru dalam penyaluran bansos reguler.
Alur dari daerah ke pusat makin terhubung
Kementerian Sosial juga menghubungkan Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation atau SIKS-NG dengan dinas sosial di tingkat kabupaten, kota, provinsi, hingga basis data DTSEN pusat. Integrasi ini membuat alur pembaruan lebih menyambung dari daerah ke pusat.
Koordinasi pembaruan data dilakukan berjenjang, melibatkan pemerintah pusat, badan statistik, dan otoritas daerah. Dengan cara itu, data yang masuk ke sistem bantuan sosial diharapkan lebih akurat dan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Masyarakat pun bisa memeriksa status aktif kepesertaan secara mandiri. Pengecekan dapat dilakukan melalui situs resmi cekbansos.kemensos.go.id atau lewat aplikasi Cek Bansos.
Tambahan 470 ribu penerima baru menunjukkan bahwa tahap kedua menjadi periode penting dalam penyesuaian daftar bantuan. Bagi warga yang datanya berubah, pembaruan ini bisa menjadi pintu masuk untuk tercatat dalam penyaluran berikutnya.





