Spotify Siapkan Podcast Pribadi Dari Teks, Bisa Dipersonalisasi dan Dijadwalkan Harian

Spotify sedang menyiapkan cara baru agar podcast bisa dibuat tanpa proses rekaman sama sekali. Melalui fitur bernama Personal Podcast, pengguna cukup mengetik perintah teks di aplikasi Spotify, lalu sistem AI akan menyusun episode podcast yang sifatnya privat.

Yang membuat fitur ini menonjol adalah hasilnya tidak diarahkan ke publik. Spotify merancang Personal Podcast sebagai konten yang menyesuaikan minat dan kebiasaan mendengar tiap pengguna, sehingga isi yang muncul terasa lebih personal dan relevan dengan kebutuhan masing-masing.

Konten bisa dibentuk dari prompt teks

Di tahap awal, pengguna hanya perlu menuliskan prompt yang menjelaskan seperti apa podcast yang diinginkan. Dari sana, Spotify akan membuat episode sesuai instruksi yang diberikan, tanpa pengguna harus menyiapkan studio, merekam suara, atau mengedit audio.

Fitur ini juga disebut akan tersedia langsung di dalam aplikasi Spotify. Artinya, proses pembuatan podcast tidak memerlukan layanan terpisah dan bisa dilakukan di tempat yang sama saat pengguna biasa mendengarkan audio.

Bisa ditambah konteks agar hasil lebih relevan

Spotify tidak hanya mengandalkan prompt teks. Pengguna juga bisa menambahkan konteks tambahan dari berbagai sumber, seperti tautan, file PDF, teks, dan sumber lain, supaya hasil podcast lebih sesuai dengan kebutuhan.

Jika hasil pertama belum pas, prompt masih dapat diubah lagi. Selain itu, Spotify juga memberi pilihan suara yang berbeda untuk podcast buatan AI tersebut, sehingga pengguna bisa ikut mengatur bagaimana hasil akhirnya terdengar.

Privat, tersimpan di Your Library

Salah satu ciri utama Personal Podcast adalah sifatnya yang privat. Episode yang dibuat tidak otomatis menjadi konten publik, melainkan tetap tersimpan dan dapat diakses lewat bagian Your Library.

Pendekatan ini membuat podcast buatan AI lebih cocok sebagai alat konsumsi pribadi. Pengguna bisa membuat episode yang sangat spesifik untuk dirinya sendiri tanpa perlu membagikannya ke orang lain.

Spotify juga menyebut hasil podcast akan disesuaikan dengan minat dan kebiasaan mendengar pengguna. Jadi, sistemnya tidak hanya membaca prompt, tetapi juga mempertimbangkan pola konsumsi audio yang sudah ada.

Bisa diatur menjadi rutinitas harian atau mingguan

Fitur lain yang menarik ada pada sisi penjadwalan. Pengguna nantinya bisa mengatur podcast yang muncul berulang, termasuk format seperti briefing harian dan rangkuman mingguan.

Opsi ini membuka kemungkinan penggunaan yang lebih praktis. Podcast AI tidak berhenti sebagai eksperimen sesaat, tetapi bisa menjadi bagian dari kebiasaan mendengar yang terus diperbarui sesuai jadwal.

Bagi pengguna yang ingin mengikuti topik tertentu secara rutin, format terjadwal ini memberi cara yang lebih sederhana. Dengan begitu, isi audio yang dipersonalisasi bisa hadir sebagai rutinitas yang konsisten, bukan hanya dibuat satu kali.

Mulai hadir untuk pelanggan Premium di AS

Spotify mengatakan Personal Podcast akan mulai digulirkan untuk pelanggan Premium di Amerika Serikat mulai Juni. Akses awal ini menunjukkan bahwa fitur tersebut belum langsung tersedia untuk semua pengguna Spotify di seluruh dunia.

Spotify juga menyiapkan sistem kredit bulanan untuk pembuatan podcast. Pengguna akan menerima sejumlah kredit setiap bulan, lalu bisa membeli kredit tambahan jika kebutuhan membuat episode melebihi batas yang disediakan.

Skema itu menandakan bahwa pembuatan podcast AI akan diatur lewat kuota penggunaan. Jadi, meski berada di ekosistem Premium, akses ke fitur ini tetap tidak sepenuhnya tanpa batas.

Dengan gabungan prompt teks, konteks tambahan, pilihan suara, dan penjadwalan, Personal Podcast diarahkan menjadi pengalaman audio yang sangat personal. Spotify tampaknya ingin mendorong cara baru berinteraksi dengan format podcast melalui aplikasi yang sudah familiar bagi penggunanya.

Source: www.gsmarena.com

Baca Juga

Back to top button