Wagub Jabar Ingatkan Bobotoh Jangan Sweeping Plat B Saat Euforia Persib Dekat Juara

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengingatkan agar euforia suporter Persib tidak berubah menjadi tindakan yang merugikan orang lain. Ia menegaskan, perayaan kemenangan harus tetap tertib dan tidak boleh bergeser menjadi sweeping kendaraan di jalanan.

Peringatan itu mencuat di tengah antusiasme besar Bobotoh saat Persib Bandung tinggal selangkah lagi mengunci gelar Super League 2025/2026. Situasi itu memunculkan rencana konvoi juara pada Minggu, namun Erwan meminta momen tersebut dijaga agar tetap aman dan kondusif.

Larangan tegas soal sweeping kendaraan

Erwan secara khusus menolak aksi sweeping kendaraan yang kerap muncul saat perayaan sepak bola. Ia menilai tidak ada alasan untuk menghentikan, memukul, atau merusak kendaraan hanya karena memakai pelat luar daerah.

Menurut dia, tindakan seperti menendang kendaraan, memecahkan kaca, atau bentuk perusakan lain tidak bisa dibenarkan. Ia menegaskan bahwa persaingan hanya terjadi 90 menit di lapangan, bukan untuk dilanjutkan dengan aksi di jalan.

Pesan itu ia sampaikan agar kemenangan Persib benar-benar dirayakan sebagai bentuk syukur. Erwan meminta Bobotoh tidak menjadikan euforia sebagai pelampiasan emosi yang justru memicu keributan.

Pelat B bukan dasar untuk menghakimi

Dalam imbauannya, Erwan juga menyoroti kebiasaan menyasar kendaraan berpelat B. Ia mengingatkan bahwa pelat nomor tidak otomatis menunjukkan asal atau identitas pemilik kendaraan.

Ia bahkan menyebut banyak warga Bandung sendiri yang memakai pelat B. Karena itu, menurut dia, sweeping pelat B tidak punya dasar yang jelas dan hanya berpotensi merugikan orang yang tidak bersalah.

Erwan meminta warga tidak menjadikan kendaraan dengan pelat luar Bandung sebagai sasaran kemarahan. Ia menegaskan bahwa identitas pemilik tidak bisa dipastikan hanya dari nomor polisi yang terpasang.

Tamu dari luar daerah harus dihormati

Selain soal kendaraan, Erwan meminta masyarakat tetap memperlakukan pendatang dengan baik. Ia menyebut siapa pun yang datang ke Bandung pada momen perayaan harus diperlakukan sebagai tamu.

“Sekalipun warga Jakarta yang datang ke sini ya mereka kan tamu, jadi kita sebagai tuan rumah harus menyambut mereka, harus berbuat baik kepada tamu,” ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa tidak semua orang dari luar daerah datang sebagai pendukung tim lawan.

Menurut dia, ada juga warga Jakarta yang mendukung Persib. Pesan itu menunjukkan bahwa suasana juara bisa tetap damai jika masyarakat tidak terbawa emosi dan tetap menjaga sikap.

Jaga ketertiban saat euforia memuncak

Erwan meminta masyarakat Jawa Barat menjaga kekondusifan daerah ketika Persib benar-benar memastikan gelar juara. Ia menekankan bahwa suka cita harus berjalan berdampingan dengan rasa tanggung jawab.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada aksi yang merusak fasilitas umum atau mengganggu pengguna jalan lain saat perayaan berlangsung. Bagi dia, kemenangan akan lebih bermakna jika dirayakan tanpa membuat orang lain dirugikan.

Imbauan itu menjadi pengingat di tengah suasana yang sudah dipenuhi antusiasme Bobotoh. Di saat perayaan besar mulai dibicarakan, pesan utamanya tetap sama: rayakan kemenangan Persib dengan tertib, tanpa sweeping, tanpa perusakan, dan tanpa aksi anarkis.

Source: www.detik.com

Baca Juga

Back to top button