Kalau bicara mesin Jerman, tenaga besar bukan satu-satunya cerita. Yang membuatnya menonjol justru cara unit-unit itu mengubah arah dunia otomotif, dari mobil pertama sampai mobil balap yang memecahkan batas lama.
Di ujung paling ekstrem, ada Bugatti W16 quad-turbo 8,0 liter yang menggabungkan dua V8 narrow-angle 4,0 liter dalam satu crankcase. Mesin ini akhirnya masuk produksi lewat Bugatti Veyron, lalu tenaganya naik sampai 1.479 bhp pada Chiron.
Dari mobil pertama sampai kecepatan darat
Sebelum era mesin raksasa, Karl Benz sudah menaruh pondasi besar lewat mesin satu silinder 954cc pada Benz Patent Motorwagen. Output-nya bahkan belum sampai 1 bhp, tetapi unit ini dipasang pada kendaraan yang luas dianggap sebagai mobil pertama di dunia.
Benz kemudian membuat versi yang lebih kuat dengan output hingga 2 bhp. Sederhana, tetapi pengaruhnya jauh melampaui angka tenaga yang tertera di atas kertas.
Di sisi lain, Blitzen Benz menunjukkan wajah berbeda dari teknik Jerman. Mobil ini memakai mesin empat silinder setidaknya 12 liter, lalu Benz mengembangkan versi 21,5 liter untuk mengejar kecepatan tertinggi.
Mesin itu membantu target 200 km/jam tercapai dalam upaya Land Speed Record pada 1909. Bob Burman kemudian mencatat lari 142 mph dan menjadikannya kendaraan tercepat yang pernah bergerak, termasuk pesawat.
Era balap yang makin brutal
Pada 1930-an, Auto Union V16 menjadi simbol kegilaan performa Grand Prix. Mesin rancangan Porsche ini tidak mengejar putaran tinggi, tetapi torsinya sangat besar dan tenaganya terasa brutal.
Versi terakhirnya berkapasitas 6,3 liter dan menghasilkan 545 bhp untuk rekor kecepatan. Setelah aturan berubah pada 1938, Auto Union beralih ke V12 3,0 liter untuk balap Grand Prix.
Mercedes juga ikut menulis bab ekstrem pada periode yang sama lewat DB603. Mesin V12 44,5 liter ini menghasilkan sekitar 3.000 bhp untuk Mercedes T80 yang disiapkan mengejar Land Speed Record.
Proyek itu akhirnya dihentikan ketika target kecepatan sudah tertinggal 21 mph dari rekor baru. Meski gagal mencapai sasarannya, skalanya tetap memperlihatkan ambisi yang luar biasa besar.
Mesin yang mengubah balap modern
Lompatan berikutnya datang dari Audi R10 TDI yang membuktikan diesel bisa menang di lintasan. Mesin diesel V12 5,5 liter twin-turbo itu debut pada 2006 dan langsung menang di Le Mans 24 Hours, Sebring 12 Hours, serta kelas LMP1 American Le Mans Series.
Audi mengulang kemenangan Le Mans dan ALMS pada 2007 dan 2008 sebelum R10 TDI digantikan R15 TDI. Keberhasilan itu memperlihatkan kemampuan Volkswagen Group mengolah diesel, meski warisan balap TDI juga meninggalkan jejak yang rumit.
Audi R5 juga punya pengaruh besar, terutama di reli. Keluarga mesin lima silinder ini dipakai di banyak Audi dan beberapa Volkswagen, dengan versi 2,1 liter turbo pada Audi Quattro menjadi yang paling terkenal.
Mesin itu membantu Audi mendominasi reli internasional pada awal 1980-an. Traksi dari four-wheel drive membuat tenaganya bisa disalurkan lebih efektif di permukaan kerikil.
Ikon jalan raya dan motor performa
BMW M20 dikenal lewat karakter halusnya sebagai straight-six. Mesin ini hadir pada 3 Series dan 5 Series sejak 1977 sebagai unit 2,0 liter, lalu berkembang hingga 2,7 liter.
BMW M1 roadster juga sempat memakai M20 dalam bentuk 2,5 liter. Sementara itu, BMW S14 memilih jalur berbeda dengan karakter putaran tinggi dan fokus motorsport.
Mesin empat silinder itu dipakai pada BMW M3 generasi pertama. Ia hadir sebagai 2,3 liter untuk mobil jalan raya, membesar menjadi 2,5 liter, lalu sering diperkecil lagi menjadi 2,0 liter untuk balap agar sesuai regulasi.
Mercedes M139 membawa performa empat silinder ke level modern. Mesin dua liter turbo empat silinder ini dipasang pada Mercedes-AMG A 45, CLA 45, dan GLA 45, dengan output 382 bhp atau 416 bhp.
Versi terkuatnya disebut sebagai mesin empat silinder produksi paling bertenaga. Di sisi lain, Mercedes M156 punya nilai historis karena menjadi mesin pertama yang benar-benar dirancang dari nol oleh AMG.
V8 hampir 6,2 liter itu dipakai pada E 63 AMG dan versi performa tinggi R-Class MPV. Tenaganya mencapai 518 bhp dan menjadikannya salah satu unit penting di era performa modern Mercedes.
Warisan Volkswagen dan Porsche
Porsche flat-six lahir dari evolusi desain flat-four berpendingin udara untuk Volkswagen. Mesin itu kemudian dipanjangkan menjadi enam silinder untuk 911, lalu berubah besar pada 1997 saat water cooling diperkenalkan.
Volkswagen EA827 juga sangat berpengaruh karena dipakai luas di lini grup. Mesin ini debut di Audi 80 pada 1972, hadir dalam kapasitas 1,3 hingga 2,0 liter, dan dipakai di banyak VW, Audi, SEAT, serta Skoda.
Golf GTI generasi pertama ikut memakai mesin ini. Sementara itu, Volkswagen Type 1 punya umur jauh lebih panjang karena dipakai sepanjang hidup Volkswagen Beetle dari 1938 sampai 2003.
Mesin itu juga hadir pada Type 2, Type 3 saloon, Karmann Ghia, dan banyak pesawat ringan. Kapasitasnya berkisar dari 985cc sampai 1,6 liter.
Volkswagen W8 menunjukkan sisi eksperimen teknis yang langka. Mesin 4,0 liter ini menghasilkan hingga 271 bhp, hanya dipakai pada Passat produksi, dan belum punya penerus sampai sekarang.





