Jalan Tani Hingga Sumur Bor Tuntas, TMMD Ke-128 Konut Tinggalkan Manfaat Nyata bagi Warga

Pekerjaan satu bulan di desa-desa Konawe Utara menghasilkan jejak yang langsung terasa bagi warga. Dari jalan usaha tani hingga fasilitas air bersih, TMMD ke-128 Kodim 1430/Konawe Utara meninggalkan hasil yang menempel pada kebutuhan harian masyarakat.

Di lapangan, sasaran fisik dan nonfisik program ini disebut tuntas 100 persen tepat waktu. Dandim 1430/Konawe Utara Letkol Kav Kuswara selaku Dansatgas TMMD ke-128 menyebut keberhasilan itu lahir dari kerja sama personel TNI dan masyarakat yang bergotong royong selama kegiatan berlangsung.

Rangkaian pembangunan yang selesai mencakup peningkatan jalan usaha tani sepanjang 4.550 meter, rabat beton 1.100 meter, drainase 180 meter, dan tiga unit gorong-gorong. Di sisi lain, program unggulan Kasad TNI AD Manunggal Air juga menambah 15 titik sumur bor, 15 unit rumah tidak layak huni, tujuh unit MCK, satu unit rehab masjid, satu hektar ketahanan pangan, dan 400 paket penanganan stunting.

Hasil itu membuat TMMD tidak berhenti pada pembangunan yang terlihat secara kasatmata. Akses jalan memudahkan mobilitas pertanian, sementara sumur bor, MCK, dan rumah layak huni memberi dampak langsung pada kualitas hidup warga desa.

Penutupan di Lapangan Ladesi

Seluruh capaian tersebut dipamerkan dalam penutupan TMMD ke-128 yang digelar di Lapangan Ladesi, Kecamatan Andowia, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Upacara penutupan dipimpin Danrem 143/Halu Oleo Brigjen TNI R. Wahyu Sugiarto sebagai penanda berakhirnya pelaksanaan di lapangan.

Prosesi itu juga diwarnai penandatanganan dan penyerahan naskah hasil proyek TMMD dari Dansatgas kepada Bupati Konawe Utara Ikbar. Sejumlah unsur daerah hadir menyaksikan langsung, mulai dari Bupati dan Wakil Bupati Konawe Utara, Kajari Konawe, Wakapolres Konawe Utara, Danpos TNI AL, Basarnas, hingga pejabat utama Korem 143/Halu Oleo.

Harapan agar hasilnya bertahan

Dalam amanat Pangdam XIV/Hasanuddin yang dibacakan Danrem 143/Halu Oleo, TMMD dipandang bukan hanya program pembangunan fisik. Program ini juga diarahkan untuk memperkuat kemanunggalan TNI dan masyarakat melalui gotong royong serta kebersamaan.

Pangdam juga meminta hasil pembangunan dirawat agar manfaatnya bertahan lama di desa. Ia menegaskan agar semangat TNI-Rakyat tetap dijaga dengan terus hadir di tengah masyarakat dan membantu mengatasi kesulitan warga.

Arahan lain yang disampaikan adalah perlunya evaluasi menyeluruh dari Satgas TMMD. Langkah itu dianggap penting supaya pola kerja di lapangan tetap efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat pada pelaksanaan berikutnya.

Dukungan dari pemerintah daerah

Bupati Konawe Utara Ikbar menyampaikan apresiasi atas kerja nyata TNI selama program berjalan. Ia menilai TMMD membantu mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan dan memberi manfaat langsung, terutama pada akses infrastruktur desa.

Ikbar juga menegaskan pemerintah daerah siap mendukung penuh dan terus bersinergi untuk mewujudkan kemanunggalan TNI dan rakyat. Dengan dukungan itu, hasil pembangunan diharapkan tidak berhenti setelah upacara penutupan selesai.

Bagi pemerintah daerah, keberlanjutan manfaat menjadi bagian penting dari program semacam ini. Infrastruktur yang sudah dibangun tetap membutuhkan perhatian bersama agar warga terus merasakan dampaknya dalam aktivitas sehari-hari.

Kerja bersama di desa

Letkol Kav Kuswara menegaskan bahwa seluruh sasaran TMMD di Konawe Utara rampung tepat waktu. Ia menyebut gotong royong menjadi kekuatan utama yang membuat pekerjaan berjalan efektif di lapangan.

Menurut Kuswara, sasaran TMMD kali ini memang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat desa. Karena itu, hasilnya tidak hanya berbentuk bangunan atau jalan, tetapi juga dukungan pada pelayanan dasar yang paling dekat dengan kehidupan warga.

Source: www.medcom.id

Baca Juga

Back to top button