Semua Sasaran TMMD Cilegon Tuntas, Pangdam Kosasih Ingatkan Yang Paling Sering Dilupakan

Seluruh sasaran fisik dan nonfisik TMMD ke-128 di Kota Cilegon sudah tuntas 100 persen. Di balik selesainya pekerjaan itu, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih justru menyoroti hal yang kerap dilupakan setelah proyek rampung, yakni perawatan hasil pembangunan agar tidak cepat rusak.

Pesan itu menjadi penekanan utama saat penutupan TMMD di Pelabuhan Indah Kiat, Kota Cilegon, Banten, Kamis, 21 Mei 2026. Program yang sudah berjalan sekitar satu bulan tersebut menandai berakhirnya rangkaian kerja Kodim 0623 Cilegon bersama berbagai unsur yang terlibat.

Kosasih mengajak semua pihak menjaga fasilitas yang sudah dibangun supaya usia pakainya panjang dan manfaatnya benar-benar dirasakan warga dalam waktu lama. Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan bangsa seharusnya berangkat dari desa dan melibatkan banyak lapisan masyarakat.

Melalui Komandan Korem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, pesan itu disampaikan di hadapan ratusan prajurit TNI, Polri, pemerintah daerah, unsur industri, dan masyarakat. Dalam pandangan Pangdam, TMMD tidak berhenti pada pekerjaan fisik, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat.

Pekerjaan fisik menyentuh kebutuhan dasar warga

Kodim 0623 Cilegon menuntaskan sejumlah sasaran fisik yang langsung berkaitan dengan kebutuhan warga. Pekerjaan itu meliputi rehabilitasi 10 rumah tidak layak huni, pembuatan 5 unit jambanisasi, dan pembangunan 10 titik sumur bor.

Selain itu, program juga mencakup pembukaan lahan ketahanan pangan seluas 1 hektare, rehabilitasi dan pengecatan musala, penanaman 1.000 pohon, pembersihan fasilitas umum, serta pipanisasi. Semua sasaran fisik dan nonfisik dilaporkan selesai 100 persen.

Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa TMMD tidak hanya berurusan dengan infrastruktur. Program ini juga diarahkan untuk memperbaiki lingkungan sekaligus memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tingkat lokal.

Dampak sosial ikut diperluas

Di luar pekerjaan fisik, TMMD ke-128 di Cilegon juga membawa kegiatan yang menyentuh sektor kesehatan dan kesejahteraan. Kegiatannya mencakup sosialisasi KB kesehatan, sosialisasi pangan, sosialisasi bahaya narkoba, operasi katarak, cek kesehatan gratis, dan pembagian 200 paket penanganan stunting.

Kehadiran program-program itu membuat manfaat TMMD terasa lebih luas bagi warga. Dampaknya tidak hanya terlihat pada bangunan dan fasilitas, tetapi juga pada layanan sosial yang mendukung kualitas hidup masyarakat.

Sinergi lintas unsur jadi penopang

Komandan Korem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto menilai TNI hadir untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat dan mempercepat pembangunan wilayah. Ia menyebut keberhasilan TMMD ke-128 di Cilegon lahir dari komitmen, gotong royong, dan dedikasi tinggi satgas bersama warga.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan yang sudah terbentuk selama program berlangsung. Menurutnya, hubungan baik antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kekuatan penting untuk menjaga stabilitas sekaligus mendukung pembangunan nasional.

Dandim 0623 Cilegon Letkol Inf Imam Buchori menambahkan bahwa pelaksanaan TMMD berjalan searah dengan pemerintah daerah. Ia menyebut kegiatan itu tidak berdiri sendiri karena sasaran yang dikerjakan juga dipengaruhi hasil musrenbang dan kebutuhan masyarakat.

Bagian dari pelaksanaan Kodam III/Siliwangi

TMMD ke-128 di Cilegon menjadi salah satu kegiatan yang digelar di wilayah Kodam III/Siliwangi. Selain Kodim 0623/Cilegon, program serupa juga berlangsung di Kodim 0621/Bogor, Kodim 0611/Garut, dan Kodim 0619/Purwakarta.

Dengan selesainya program di Cilegon, perhatian kini tertuju pada satu hal yang dianggap paling penting setelah pembangunan rampung, yaitu menjaga hasilnya tetap bermanfaat. Pesan Pangdam Kosasih menegaskan bahwa nilai TMMD justru berlanjut setelah alat kerja pulang, yaitu saat masyarakat bersama-sama merawat fasilitas yang sudah ada.

Source: www.suara.com

Baca Juga

Back to top button